Ini Nih Tandanya Jika Keuangan Anda Sedang Tidak Sehat

Jangan Sampai Terlambat! Ini Nih Tandanya Jika Keuangan Anda Sedang Tidak Sehat

Posted by

Bagi para miliarder, uang bukanlah persoalan yang rumit. Asal bisa memahami cara bekerjanya dengan tepat, keuntungan pasti bisa didapatkan. 

Tidak hanya itu mereka juga bahkan mempelajari perihal keuangan secara menyeluruh. Mulai dari bagaimana membuat uang, pengadaannya, menginvestasikannya, hingga menyimpannya. Hal tersebut dipelajari dari berbagai sumber, baik sumber online maupun offline

Tidak perlu khawatir, kini Anda juga bisa mengikuti jejak mereka, lho. Namun, sebelum mengikuti jejak tersebut, Anda harus mengecek keuangan Anda terlebih dahulu. Berikut ulasannya.

Baca Juga: Kondisi Keuangan Sedang Sulit? Lakukan Hal Ini Agar Tidak Bangkrut

Tanda-Tanda Jika Keuangan Anda Masih Masuk ke Dalam Kategori Tidak Sehat

Tanda-Tanda Jika Keuangan Anda Masih Masuk ke Dalam Kategori Tidak Sehat
Tanda-Tanda Jika Keuangan Anda Masih Masuk ke Dalam Kategori Tidak Sehat

1. Uang Selalu Habis Meski Baru Awal Bulan

Pernah kehabisan uang padahal baru saja memasuki awal bulan? Apabila kondisi ini terjadi hanya beberapa kali atau tak lebih dari dua kali dalam kurun waktu setahun, rasanya kondisi tersebut belum bisa dikatakan parah. Tetapi, jika kondisi ini terus berulang setiap bulannya, maka Anda perlu waspada.

Umumnya hal ini sering terjadi karena Anda harus membayar banyak tagihan. Mulai dari tagihan cicilan bulanan, hutang, maupun kebutuhan sehari-hari. Hal inilah yang kerap membuat Anda kehabisan uang bahkan sebelum tengah bulan. Akibatnya, sudah pasti terjebak dalam kebiasaan buruk yaitu gali lubang dan tutup lubang.

2. Kartu Kredit Dianggap Uang Gaji

Gaji yang sudah menipis, akhirnya membuat Anda terjebak untuk menggunakan kartu kredit. Kartu kredit tersebut seringkali dianggap sebagai jalan keluar terbaik. 

Padahal, jika hal tersebut terus dibiarkan, maka jangan kaget jika suatu saat timbul berbagai risiko. Salah satunya, tagihan kartu kredit yang membengkak. Jika sudah begitu, bukan tidak mungkin Anda bisa mengalami gagal bayar.

3. Utang yang Menunggak 

Apabila saat awal bulan, Anda selalu memilih-milih mana saja pos utang yang dapat ditangguhkan dahulu. Hal ini jadi tanda yang sangat jelas, bahwa kondisi keuangan Anda sedang tidak sehat. Ketika merasa penghasilan yang diperoleh belum cukup, solusinya Anda harus mulai mengatur kembali serta mengurangi berbagai pengeluaran yang tidak perlu.

4. Belum Memikirkan Dana Darurat

Bayangkan, kalau suatu ketika orang tua atau bahkan anak dan pasangan terserang penyakit yang mengharuskan untuk rawat inap di klinik atau rumah sakit. Bagaimana membayarnya? Apakah ada dananya? 

Jika jawabannya tidak, maka kondisi keuangan Anda saat ini bisa dikatakan sangat tidak sehat. Maka, mau tak mau, Anda harus mulai menabung dan menyiapkan dana darurat dari sekarang. Cobalah sisihkan sebagian gaji untuk masuk ke dalam pos dana darurat dan jangan lupa untuk menggunakannya ketika diperlukan saja.

5. Anggaran Tak Bisa Diubah

Benarkah anggaran tidak bisa diubah? Atau mungkin ini hanya karena Anda masih kesulitan untuk mengevaluasi pengeluaran dan menentukan mana saja yang memang dibutuhkan saat ini atau tidak?

Coba pertimbangkan lagi apa manfaat yang didapat dari barang atau jasa yang ingin dibeli. Jika memang masih bisa bisa ditunda, maka lebih baik hapuskan hal tersebut segera dari daftar belanja bulanan.

6. Tak Punya Usaha untuk Memperbaiki

Untuk mengatasi kondisi keuangan yang bermasalah, usaha seperti apa yang telah dilakukan? Sudahkah mulai mengoreksi pengeluaran bulanan? Ataukah sudah ada upaya untuk berhemat? 

Sejatinya, jika Anda terus menerus membiarkan kondisi keuangan makin memburuk tanpa ada upaya untuk keluar dari masalah tersebut. Maka saat ini Anda masih masuk ke dalam kondisi yang mengkhawatirkan dan segeralah untuk mencari penghasilan tambahan.

Baca Juga: 4 Tips Cerdas Mengatur Keuangan untuk Hari Tua

Rencanakan Keuangan dengan Matang dan Lengkap

Sebuah buku karya Safir Senduk menyebutkan jika kesalahan terbesar yang seringkali dilakukan kebanyakan orang ialah tak menyiapkan rencana keuangan dengan matang dan lengkap.

Misalnya saja, seseorang yang telah berkeluarga hanya merencanakan keuangan dengan menyiapkan dana pendidikan anak saja. Namun, Ia tidak membuat rencana untuk menghadapi masa pensiunnya maupun rencana lainnya untuk dapat mengantisipasi berbagai macam hal di masa depan.

Idealnya, dalam rencana keuangan harus memuat seluruh aspek finansial yang dibutuhkan oleh seseorang atau keluarga tersebut. Hal ini sangat penting untuk dilakukan supaya keuangan yang dimiliki tidak kalang kabut bahkan cita-cita yang dimiliki bisa diraih.