kode otp

Hati-Hati! Jangan Berikan Kode OTP Sembarangan

No comments

Baru-baru ini khalayak umum digegerkan dengan modus baru penipuan berbasis daring. Bermodalkan kode One Time Password (OTP), pelaku kejahatan bisa melakukan transaksi tanpa diketahui. Tanpa disadari, akun Anda bisa dikuasai dan saldo rekening pun mendadak raib.

OTP sendiri, merupakan salah satu cara sebuah aplikasi melakukan autentifikasi bahwa seseorang yang hendak mengakses akun tersebut, merupakan pemilik aslinya. Caranya dengan memberikan kode OTP ke nomor yang terdaftar dalam akun tersebut.

Tidak hanya digunakan dalam mengakses akun media sosial, akun-akun lain seperti e-commerce dan transaksi kartu kredit pun biasa menggunakannya untuk menjaga keamanan akun para penggunanya.

Anda biasanya bisa memilih melalui apa OTP tersebut diberikan. Apakah ingin mendapatkannya melalui SMS, telepon ke nomor handphone, atau email.

Bagaimanapun cara diberikannya, kode tersebut memiliki durasi “valid” yang sangat pendek. Pengguna hanya diberikan waktu rata-rata 2 menit. Untuk memasukkan kode yang berbentuk 4 atau 6 digit karakter unik ke dalam aplikasinya.

Meskipun berbeda-beda cara pemberiannya, OTP hanya menandakan satu hal yakni merupakan sebuah informasi pribadi yang tidak boleh disebar ke orang lain. 

Baca Juga: Cegah Penipuan yang Mengatasnamakan Indodana

Masih Kurangnya Kesadaran Masyarakat

Sayangnya hal ini, masih belum disadari oleh beberapa orang. Mereka pun menjadi korban penipuan, yang berkedok minta kode OTP. Lalu, pelaku dapat dengan mudah melakukan transaksi menggunakan akun yang dimiliki korbannya.

Salah satu cara tipu daya yang dilakukan oleh para pelaku, adalah dengan berpura-pura sebagai pegawai e-commerce, bank, dan media lainnya yang korbannya gunakan. Pelaku kemudian meminta korban untuk mengonfirmasi OTP yang dikirim berkali-kali. 

Oleh karena itu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar Anda tidak gampang menjadi korban penipuan bermodus ‘meminta OTP’ ini.

1. Selalu Bijak Dalam Bermain Media Sosial

Salah satu saran yang diberikan oleh Kepala Sub Direktorat Identifikasi Kerentanan dan Penilaian Resiko Infrastruktur Informasi Kritikal Nasional III, Badan Siber dan Sandi Negara, Sigit Kurniawan yang dikutip dari Kompas adalah dengan bijak dalam bermedia sosial.

Bahwa semua yang ada di media sosial merupakan hal yang fana. Artinya Anda tidak perlu mengumbar informasi pribadi di media tersebut. Seperti salah satunya, adalah memberikan kode OTP atau informasi pribadi lainnya ke orang yang tidak atau baru dikenal.

2. Memberikan OTP ke Orang Lain Bukanlah Pilihan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. OTP merupakan salah satu informasi pribadi yang tidak boleh dibagikan ke orang lain. Baik yang dikenal maupun tidak. Sebab ini ada hubungannya dengan kehidupan pribadi seseorang.

Sebagai pengguna media sosial yang cerdas. Anda patut mencurigai mereka yang tiba-tiba meminta kita menyerahkan OTP begitu saja. Apapun alasannya, Anda tidak bisa memberikan kode tersebut ke orang lain.

Selalu cek dua kali nomor, atau email yang masuk ke inbox Anda. Periksalah, apakah pengirimnya benar-benar terpercaya atau hanya dari nomor/email orang biasa dan tidak dikenal.

3. Stop Download Aplikasi Abal-abal

Berhenti pasang aplikasi yang berasal dari sumber abal-abal. Aplikasi-aplikasi tersebut, biasanya justru akan menggali informasi pribadi Anda setelah terpasang. Salah satunya, adalah melihat adanya OTP yang masuk melalui inbox.

Oleh karena itu, selalu install aplikasi yang ada di pusat aplikasi resmi saja. Seperti PlayStore atau App Store, yang ada di Android dan Apple. Dari situ, Anda bisa melihat review yang diberikan dari pengguna sebelumnya.

Untuk lebih meyakinkannya lagi. Install-lah aplikasi yang memiliki review tinggi. Sebab tidak menutup kemungkinan ada aplikasi pengeruk informasi pribadi, yang masih bertebaran. Jadi, cerdiklah dalam menyaring aplikasi yang hendak disimpan pada perangkat-perangkat pribadi yang dimiliki.

4. Teliti Terhadap Pesan dan Telepon yang Diteruskan

Ada sebuah fitur, yang membuat Anda bisa langsung meneruskan (forward) sebuah pesan atau telepon. Fitur tersebut bernama call/sms forwarding. Jadi hati-hati lah jika ada penelpon atau pesan yang masuk dan meminta Anda untuk melakukan penerusan pesan.

Tidak hanya bisa dilakukan secara manual. Call/SMS forwarding bisa dilakukan dengan cara otomatis. Dengan menggunakan kode *21*+(nomor sasaran). Nah, jika ada yang meminta untuk menekan tombol ini, sebaiknya Anda harus berhati-hati.

Kode OTP Hanya untuk Kita Sendiri

Kesimpulan dari penjelasan di atas adalah, sebagai pengguna ponsel pintar jangan pernah percaya dengan orang baru dan tidak dikenal. Apalagi mau membagi informasi pribadi Anda kepada mereka. Kita tidak pernah tau niat seseorang.

Tidak hanya itu, smartphone juga membutuhkan penggunanya agar lebih smart pula. Jangan sampai peralatan canggih yang dimiliki justru menjadi pedang bermata dua. Bukannya mendapatkan keuntungan, Anda malah rugi karena telah dibohongi oleh orang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga: Harus Waspada, Inilah Cara Menghindari Pencurian Data Pribadi