cara agar tidak konsumtif

Sering Kalap Saat Berbelanja Online? Berikut Tips Menguranginya

No comments

Saat ini masyarakat telah masuk pada era digital, di mana berbagai hal bisa dilakukan dengan mudah secara online. Salah satu kemudahan yang dihadirkan di era ini adalah belanja online.

Hanya bermodalkan smartphone dan koneksi internet saja, Anda sudah bisa membeli berbagai macam kebutuhan tanpa perlu keluar rumah. Belanja online sangat populer lantaran menghadirkan kemudahan dan kepraktisan dalam bertransaksi.

Pasalnya, berbagai kebutuhan mulai dari makanan, pakaian, perabotan rumah, dan lain sebagainya ditawarkan secara lengkap melalui internet. Adanya marketplace yang menjamin keamanan konsumen dalam bertransaksi juga menjadi kelebihan tersendiri. 

Berbagai fasilitas belanja yang menguntungkan tersebut tidak masalah untuk digunakan apabila masih dalam tahap wajar. Namun yang menjadi masalah yaitu jika Anda tidak bisa menghentikan perilaku konsumtif belanja online. Terutama “rayuan” untuk membeli berbagai barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

Hal tersebut akan sangat merugikan, apalagi jika berlanjut dalam jangka waktu yang lama. Oleh sebab itu, mulailah mengurangi sifat konsumtif belanja online mulai dari sekarang. Caranya bagaimana? Cobalah ikuti beberapa tips berikut ini.

Baca Juga: Tahun yang Berat, Ini Cara Cepat Dapat Uang Tambahan

5 Tips Mengurangi Kebiasaan Konsumtif

1. Jangan Terlalu Sering Mengunjungi Situs Online Shop

Ketika merasa bosan, kebanyakan orang akan mulai membuka aplikasi-aplikasi yang ada di smartphone, salah satunya yaitu situs belanja online. Hal ini wajar dilakukan karena menjelajahi marketplace memberikan keasyikan tersendiri bagi sebagian besar orang.

Namun ternyata hal tersebut sedikit banyak akan memengaruhi keinginan untuk berbelanja. Mungkin orang yang awalnya tidak berniat membeli barang akan mulai memikirkan untuk membelinya ketika berjelajah.

Apalagi jika Anda menemukan barang menarik yang memiliki harga terjangkau, maka rasa ingin berbelanja tidak bisa ditahan lagi. Lalu, selanjutnya Anda akan menghabiskan uang untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

Oleh sebab itu, mulailah batasi kunjungan ke marketplace dan media sosial yang berisi promosi barang-barang menarik. Sebagai gantinya, cobalah untuk mengisi waktu luang dan menghindari kebosanan dengan membaca buku, minum kopi, dan lain sebagainya.

2. Buat Prioritas antara Keinginan dan Kebutuhan

Keinginan dan juga kebutuhan sebenarnya memiliki perbedaan yang sangat tipis. Ketika Anda menginginkan barang tertentu, secara tidak langsung  alam bawah sadar Anda juga akan menganggap bahwa barang tersebut memang dibutuhkan.

Seiring berjalannya waktu, Anda menjadi tidak mampu untuk membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Hal tersebut sangatlah berbahaya karena bisa menjadikan seseorang lebih konsumtif dalam membeli barang.

Jadi, mulailah untuk membuat prioritas dari sekaran. Bedakanlah mana yang benar-benar dibutuhkan dan mana yang tidak terlalu dibutuhkan agar kebiasaan konsumtif bisa dikurangi.

3. Berhenti Berlangganan Newsletter

Situs online shop biasanya menyediakan layanan newsletter yang bisa diakses dengan mudah oleh pengunjung. Anda akan mendapatkan berbagai informasi seputar promo, diskon, maupun cashback jika berlangganan layanan ini.

Mengapa layanan ini bisa meningkatkan kebiasaan konsumtif Anda? Hal tersebut lantaran notifikasi promo yang masuk ke smartphone secara langsung bisa menggoda untuk berbelanja. Apalagi jika sedang dalam kondisi banyak uang, maka promo tersebut akan digunakan tanpa banyak berpikir.

Solusi terbaik agar tidak tergoda promo tersebut yaitu dengan menonaktifkan layanan newsletter. Jadi nantinya Anda tidak akan lagi melihat promosi yang diberikan melalui newsletter sehingga sifat konsumtif bisa dikurangi.

4. Berhati-hatilah dengan Tawaran Discount

Berbagai online shop maupun marketplace saat ini berlomba-lomba untuk menghadirkan promo diskon spesial, misalnya spesial hari kemerdekaan, hari belanja nasional, dan lain sebagainya. Embel-embel special discount ini terkadang mudah sekali memengaruhi seseorang yang memang memiliki jiwa konsumtif.

Pasalnya, Anda akan menganggap bahwa adanya special discount bisa membuat lebih hemat. Padahal kenyataannya barang yang dibeli bukanlah barang yang benar-benar dibutuhkan saat ini. Oleh sebab itu, penting sekali untuk berhati-hati pada tawaran diskon semacam ini.

5. Hapus Aplikasi Online Shop di Smartphone

Tips terakhir adalah dengan uninstall atau menghapus aplikasi online shop maupun marketplace yang ada di smartphone. Salah satu alasan mengapa seseorang menjadi sangat konsumtif dalam belanja online yaitu karena kemudahan yang dihadirkan dari berbelanja online.

Menghapus aplikasi online shop mungkin menjadi solusi terbaik jika Anda kesulitan untuk mengurangi kunjungan ke situs-situs tersebut. Tenang saja karena kapanpun Anda bisa mengunduh dan install kembali aplikasi apabila sifat konsumtif sudah mulai berkurang.

Jika benar-benar membutuhkan barang tertentu dan ingin membeli secara online, pinjam lah akun milik keluarga atau teman. 

Kurangi Kebiasaan Buruk Belanja Online Agar Finansial Terjaga

Itulah berbagai hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi kebiasaan belanja online. Sebenarnya tidak ada larangan untuk bersikap konsumtif dalam berbelanja. Namun akan lebih baik jika kebiasaan buruk ini dikurangi karena tidak ada yang tahu konsisi finansial seseorang di masa depan.

Gantilah kebiasaan belanja tersebut dengan kebiasaan menabung untuk finansial masa depan yang lebih baik.

Baca Juga: Kamu Boros Belanja Karena Kartu Kredit? Siasati dengan Cara Berikut

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.