Handphone (HP) dan alat digital atau elektronik lainnya akan lebih awet dan tahan lama jika digunakan dengan apik. Selain itu, perawatannya pun harus dijaga dan diperhatikan agar tak mudah rusak dan bisa dipakai bertahun-tahun.
Salah satu cara agar HP tak mudah rusak adalah dengan menggunakan pelindung layar. Pelindung Layar atau Screen Protector merupakan sebuah lapisan yang berfungsi sebagai proteksi bagi layar LCD (Liquid Crystal Display/ tampilan layar kristal cair) pada device digital atau perangkat elektronik.
Meski sudah banyak layar smartphone yang mengadopsi teknologi perlindungan khusus seperti Gorilla Glass, menambahkan lapisan screen protector ekstra akan bermanfaat untuk menjaga layar tetap utuh dan aman. Ada beberapa jenis lapisan pelindung yang umum digunakan untuk melindungi layar HP, diantaranya seperti:
- Tempered Glass,
- Anti Spy,
- TPU (thermoplastic polyurethane),
- PET (polyethylene terephthalate) Film,
- Anti Glare,
- Nano Liquid,
- Hydrogel atau juga kerap disebut sebagai Liquid Glass dan lainnya.
Pada kesempatan kali ini, pembahasan akan berfokus pada perbandingan lapisan pelindung dari bahan Hydrogel vs Tempered Glass.
Fungsi dan Manfaat Lapisan Pelindung (Screen Protector) pada HP
Sebelum mengupas tuntas perihal screen protector berbahan Liquid Glass/ Hydrogel vs Tempered Glass, penting pula untuk memahami fungsi dan manfaat lapisan pelindung pada HP secara umum. Pada dasarnya, penggunaan Screen Protector atau Pelindung Layar pada HP bermanfaat untuk melindungi layar dari goresan benda keras dan tajam.
Tentunya, baik untuk screen protector yang berbahan Hydrogel vs Tempered Glass tak akan sanggup mencegah kerusakan total. Meski begitu, setidaknya pelindung layar bisa mengurangi dampak benturan hingga kemungkinan layar retak apabila terjatuh.
Dengan memasang pelindung, maka layar HP pengguna pun mempunyai perisai tambahan yang lebih efektif. Selain itu, lapisan pelindung juga berfungsi sebagai proteksi tambahan untuk LCD. Fungsinya tak lain untuk mengurangi risiko goresan, keretakan, serta kerusakan lainnya yang mungkin terjadi pada layar perangkat digital.
Apa Itu Lapisan Pelindung Hydrogel vs Tempered Glass?
Hydrogel vs Tempered Glass merupakan dua jenis pelindung layar (screen protector) yang biasa digunakan sebagai proteksi layar HP dari goresan maupun kerusakan. Lapisan pelindung Hydrogel vs Tempered Glass mempunyai karakteristik yang berbeda. Sehingga pilihan terbaik akan tergantung dari kebutuhan layar HP yang digunakan.
Keunggulan Screen Protector Hydrogel vs Tempered Glass
Keunggulan Tempered Glass
Tempered glass terbuat dari kaca yang diproses atau dipanaskan secara kimia dalam peningkatan kekuatannya. Tempered glass umumnya mempunyai ketebalan kurang lebih 0,3 – 0,5 mm serta dapat menempel langsung pada layar.
Berikut adalah beberapa keunggulan dari pelindung layar Tempered Glass:
- Sangat transparan,
- Lebih protektif terhadap goresan keras,
- Sensitif soal sentuhan,
- Lebih aman lantaran kacanya bakal hancur berkeping-keping ketika pecah.
Keunggulan Hydrogel/ Liquid Glass
Membandingkan lebih lanjut menyangkut Hydrogel vs Tempered Glass, Hydrogel sendiri terbuat dari bahan poliuretan yang tak hanya elastis tapi juga fleksibel. Itulah sebabnya lapisan ini juga kerap disebut sebagai Liquid Glass.
Hydrogel materinya lebih tipis ketimbang Tempered Glass. Menariknya lagi, Hydrogel mempunyai kemampuan self healing untuk mengatasi goresan pada skala tertentu.
Lebih lanjut, inilah keunggulan yang dimiliki screen protector dengan bahan Hydrogel:
- Lebih menyatu dengan layar,
- Sensitif terhadap sentuhan,
- Mudah dipasang namun meski harus berhati-hati agar tidak muncul gelembung udara,
- Transparansi tingkat tinggi.
Perbedaan dan Perbandingan Hydrogel vs Tempered Glass
Dengan membandingkan dari berbagai segi, akan tampak jelas perbedaan antara Liquid Glass/ Hydrogel vs Tempered Glass sebagai screen protector. Mari simak perbandingannya sebagai berikut:
- Bahan: Hydrogel terbuat dari poliuretan termoplastik (TPU). Sedangkan Tempered Glass terbuat dari material kaca yang berlapis-lapis.
- Daya tahan: Screen protector berbahan Tempered Glass terbukti lebih kuat dalam menahan goresan hingga benturan. Sedangkan lapisan pelindung Hydrogel lebih baik dalam menyerap benturan.
- Ketebalan: Tempered Glass lebih tebal, yakni sekitar 0,3–0,5 mm, sedangkan Hydrogel sekitar 0,2 mm. Hal ini berpengaruh terhadap sensor sensitivitas saat layar disentuh.
- Sensitivitas sentuhan: Tak bisa dipungkiri, Hydrogel memiliki sensitivitas sentuhan yang tingkatannya lebih tinggi daripada Tempered Glass.
- Tampilan: Hydrogel memang lebih ramping dan transparan sehingga mendukung tampilan smartphone dalam hal estetika. Hydrogel juga mampu self healing untuk goresan kecil, alhasil permukaannya pun jadi tetap tetap halus dan jernih. Sedangkan Tempered Glass lebih tebal sehingga tak jarang kerap membuat penggunanya merasa kurang nyaman.
- Harga: Tempered Glass lebih murah dan ramah di dompet dari Hydrogel.
- Cara pemasangan: Hydrogel lebih mudah dipasang, namun sekaligus perlu hati-hati pula agar tidak bergelembung atau berlipat.
- Ketahanan lama/ durasi pemakaian: Hydrogel idealnya diganti setiap 6-12 bulan sekali mengingat lapisannya terkikis dan menipis.
Tak hanya untuk melindungi dari benturan dan goresan. Screen protector juga dapat mencegah layar pecah atau rusak, melindungi dari debu, kotoran dan bakteri antimikroba, menjaga kejernihan layar terutamanya saat berada di bawah terik sinar matahari, hingga mengatasi bekas noda seperti sidik jari atau juga minyak di layar.
Screen protector yang berkualitas rendah justru malah dapat melukai panel layar. Di samping itu, pemasangan lapisan pelindung atau anti gores yang tidak tepat bisa membuat layar jadi kurang sensitif dan respon smartphone pun menjadi lambat.
Hydrogel vs Tempered Glass, Lebih Tangguh yang Mana?
Pada dasarnya, daya tahan Hydrogel memang tidak bisa sekuat Tempered Glass. Soal urusan menahan goresan, Tempered Glass lebih jagoan, tangguh dan tahan banting. Hal ini dikarenakan pada dasarnya, fungsi Hydrogel memang hanya untuk sekadar menahan goresan, dan bukan untuk mengurangi dampak dari benturan seperti yang bisa dilakukan oleh Tempered Glass.
Selain itu, kelemahan lainnya dari Hydrogel adalah durasi pemakaian atau ketahanannya. Screen Protector dengan bahan Hydrogel harus diganti setiap 6-12 bulan sekali. Ini dikarenakan lama kelamaan lapisan permukaannya akan terus menipis dan terkikis seiring dengan berjalannya waktu.
Ajukan Indodana PayLater Sekarang!Hydrogel vs Tempered Glass, Lebih Ekonomis yang Mana?
Biasanya, Hydrogel dibanderol dengan harga yang sedikit lebih tinggi dibandingkan Tempered Glass. Hal ini dikarenakan proses produksi Hydrogel terbilang lebih rumit dan juga menggunakan sejumlah bahan khusus.
Selain itu, varian lapisan pelindung Hydrogel umumnya dilengkapi pula dengan berbagai fitur tambahan. Diantaranya seperti proteksi terhadap air (Aqua Shield). Hal inilah yang kemudian membuat harganya menjadi lebih mahal.
Sebagai kontras, Tempered Glass harganya lebih terjangkau dan ekonomis. Kekuatannya juga lebih tinggi dengan kemampuan perlindungan layar terhadap goresan serta benturan. Hal ini membuat screen protector dari Tempered Glass menjadi investasi yang baik untuk jangka panjang. Terutamanya jika pengguna gadget memang mencari shield perlindungan yang terbatas dari segi budget.
Sebaliknya, Hydrogel memang menawarkan keunggulan tertentu dalam proteksi layar. Namun harganya yang lebih tinggi justru bisa menjadi kekurangan dan hambatan bagi sejumlah konsumen. Pasalnya, ketika harga suatu produk melebihi anggaran dana yang ditetapkan, konsumen tentu akan mencari alternatif lainnya yang lebih bersahabat dan terjangkau, seperti Tempered Glass atau produk lapisan pelindung layar lainnya.
Meninjau dari berbagai segi, screen protector berbahan Hydrogel vs Tempered Glass memiliki sisi plus dan minusnya masing-masing. Pelindung layar berbahan Hydrogel menawarkan sifat self healing, namun ada risiko tinggi timbul bubble saat pemasangannya.
Sementara itu, meski sentuhan pada layar jadi kurang peka/ sensitif, namun Tempered Glass memberikan proteksi superior dan anti ribet saat dipasang sehingga patut diperhitungkan. Sehingga mengenai manakah shield yang terbaik, jawabannya bisa disesuaikan dengan selera pengguna, kebutuhan akan kenyamanan dan estetika, hingga ketersediaan budget yang ada.
Harga HP Akan Naik, Gunakan Pelindung Layar Agar Gadget Lebih Awet
Itulah sajian informasi yang berkaitan dengan topik Hydrogel vs Tempered Glass. Melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Pemerintah Republik Indonesia menetapkan keputusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12%, yang akan berdampak pada naiknya harga HP.
Keputusan ini berlaku mulai dari Januari 2025 mendatang, sesuai dengan yang diamanatkan dalam Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Sebelumnya, kenaikan PPN 11% telah diberlakukan sejak 1 April 2022 sampai sekarang.
Namun, dengan adanya kenaikan PPN menjadi 12%, maka harga barang serta jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia sehari-hari akan ikut naik dan menjadi semakin mahal. Salah satunya termasuk harga HP yang mana merupakan kebutuhan sehari-hari untuk menunjang komunikasi dengan keluarga, kerabat, hingga rekan kerja.
Rumus penghitungan kenaikan harga dengan pajak 12% adalah sebagai berikut:
[Harga Sebelum Pajak] / [Persentase Harga dengan PPN 11%] x [Persentase Harga dengan PPN 12%]
Ambil contoh simulasi salah satu HP kategori Entry-Level, yakni Redmi 14C. Rata-rata harganya saat ini ditambah PPN 11% dibanderol menjadi Rp1.499.000. Sehingga setelah ditambah PPN PPN 12%, harganya akan naik menjadi Rp 1.512.504.
Beralih ke contoh lainnya yakni HP Poco M6 Pro. Saat ini, harga HP tersebut masih berada di angka Rp2.599.000 dengan PPN 11%. Setelah mengalami kenaikan PPN 12%, maka banderolnya akan naik menjadi Rp2.622.414.
Seperti diketahui, beraneka macam HP yang beredar di pasar elektronik Indonesia umumnya terdiri dari tiga kategori. Masing-masing kategori tersebut meliputi:
- Entry-level, yang seharga Rp1,5 juta – Rp4 jutaan,
- Mid-range level, yang seharga Rp4 juta – Rp7 jutaan,
- High-end level dan Flagship, yang harganya mulai dari Rp9 jutaan ke atas.
Lebih lanjut, sejumlah merek kawakan yang laris manis dan menduduki peringkat “Top 5” di Indonesia mencakup Xiaomi, Oppo, Vivo, Samsung, serta Realme. Kelima jenama tersebut menyabet label HP paling laku keras di Indonesia berdasarkan laporan dari firma riset Counterpoint pada kuartal-III (Q3) 2024. Demikian sebagaimana dilansir dari halaman CNBC Indonesia.
Apapun merek HP yang digunakan, semuanya akan memerlukan pelindung layar Hydrogel vs Tempered Glass demi durasi pemakaian yang langgeng. Agar keuangan tidak boncos, maka tak ada salahnya memaksimalkan penggunaan HP sehingga jadi lebih tahan lama dan bisa dipakai selama 4-5 tahun.
HP bisa lebih awet salah satunya dengan cara menggunakan pelindung layar seperti Hydrogel vs Tempered Glass. Screen protector dari bahan Hydrogel ataupun Tempered Glass bisa diandalkan agar gadget tetap optimal dan tidak mudah rusak. Dengan begitu, HP pun jadi tidak mudah rusak, di samping manajemen keuangan pribadi bisa tetap hemat lagi aman dan terkendali.
Baca Juga Artikel Lainnya:
