Begini Caranya JAGA Akun yang Kamu Miliki dari Para Hacker
Tiada hari yang kita lalui tanpa adanya peranan teknologi digital, salah satunya dalam hal transaksi. Di balik kemudahan ini, kita selalu diminta membuat akun dan mengisi data pribadi.
Sayangnya, hanya mengandalkan kata sandi atau PIN biasa saat ini sudah tidak cukup. Para peretas (hacker) kini makin canggih, bahkan memanfaatkan teknologi AI (kecerdasan buatan) untuk membobol data.
Agar aset digitalmu tetap aman, yuk terapkan langkah JAGA akun versi terbaru berikut ini!
Cara Men-JAGA Akun dari Para Hacker
1. Buat Password yang Kuat (Gunakan Passphrase)
Jangan lagi gunakan PIN standar atau kata sandi yang berhubungan dengan tanggal lahir dan nama peliharaan. Alih-alih satu kata rumit yang susah diingat, gunakan Passphrase atau kombinasi 4-5 kata acak yang panjang, contoh: KucingLompatBeliKopi2026. Semakin panjang password, semakin mustahil di-crack oleh AI hacker.
Untuk tips keamanan, jangan gunakan password yang sama untuk semua akun. Gunakan aplikasi password manager terpercaya untuk menyimpan semua kode rahasiamu secara aman.
2. Aktifkan Fitur Terbaru: Passkey (Kunci Sandi)
Teknologi siber kini sudah mulai meninggalkan password konvensional. Jika aplikasi atau institusi yang kamu gunakan menyediakan fitur Passkey, segera aktifkan! Fitur ini memanfaatkan biometrik tubuhmu (sidik jari atau Face ID) yang terhubung langsung dengan perangkatmu, sehingga jauh lebih mustahil untuk diretas jarak jauh.
3. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah
Sekarang ini, banyak instansi yang sudah membuat sistem keamanannya dilengkapi dengan fitur verifikasi dua langkah. Artinya, ketika kamu sudah memasukkan kode rahasia, kamu akan diminta untuk melakukan verifikasi lanjutan. Biasanya, kamu akan diminta untuk memasukkan OTP yang telah dikirimkan ke email, SMS, atau WhatsApp.
Catatan Penting: Sebisa mungkin, hindari menerima kode OTP lewat SMS karena rentan terhadap pembajakan kartu SIM (SIM Swap). Alihkan metode 2FA menggunakan aplikasi autentikator (seperti Google Authenticator) atau WhatsApp.
4. Menambahkan Email Pemulihan
Beberapa institusi bahkan memiliki sistem keamanan dalam bentuk lain, seperti fitur menambahkan email pemulihan. Hal ini dibuat agar jika terjadi apa-apa pada akunmu, akun email pemulihan tersebut mendapatkan notifikasi peringatan. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui jika akunmu sedang di-hack.
5. Rutin Mengganti PIN secara Berkala
Selain menggunakan kombinasi kode rahasia yang rumit, kamu juga perlu mengganti PIN secara rutin, misalnya, setiap tiga bulan sekali. Hal ini tentu akan meminimalisir kemungkinan hacker untuk bisa membobol akunmu. Kombinasi antara kode rahasia yang rumit dan rutin mengganti kode rahasia merupakan rumus melawan para hacker.
6. Aktifkan Notifikasi di Semua Akun
Mirip dengan verifikasi dua langkah, mengaktifkan notifikasi masuk di semua akun bisa membantumu mengetahui jika ada seseorang yang mencoba masuk ke akunmu. Jika kamu mendapatkan notifikasi ini, kamu bisa langsung mencurigai bahwa ada yang mencoba masuk akunmu. Kamu pun bisa segera mengganti detail login, seperti username dan kode rahasia, agar hacker tidak bisa lagi masuk ke dalam akunmu.
Disclaimer: Setiap institusi memiliki sistem keamanan yang berbeda. Maksimalkanlah sistem keamanan yang ditawarkan institusi yang didaftarkan agar akun lebih terjaga.
7. Jangan Asal Klik Link (Waspada Social Engineering)
Hacker zaman sekarang jarang membobol sistem secara langsung; mereka lebih suka menipu manusianya. Waspadai pesan mendesak via WhatsApp, SMS, atau email yang meminta kamu mengklik link tertentu atau mengunduh file (seperti file .APK bermodus undangan atau foto paket). Itu adalah jebakan phishing untuk menguras isi akunmu.
Jangan Lengah dalam Men-JAGA Akunmu
Kecanggihan teknologi digital seperti dua sisi koin, memudahkan sekaligus menyeramkan. Namun, kamu tidak perlu khawatir. Tetaplah waspada dan janganlah lengah dalam menjaga akunmu. Lakukanlah segala bentuk keamanan agar akunmu tetap ter-JAGA.
Baca juga Artikel Lainnya:
