Impulsive Buying: Kenali dan Atasi Sebelum Berdampak Negatif
Pernah merasa tiba-tiba ingin membeli barang sepulang dari mal atau saat desakan diskon menggiurkan muncul? Bisa jadi kamu sedang melakukan impulsive buying atau kebiasaan belanja spontan tanpa perencanaan yang seringnya diiringi sesal kemudian.
Apa Itu Impulsive Buying?
Impulsive buying adalah kebiasaan membeli sesuatu secara tiba-tiba, karena dorongan emosi, bukan kebutuhan. Misalnya, kamu lagi berolahraga, lalu tergoda beli sepatu, baju, smartwatch sekaligus tanpa rencana matang. Keputusan itu mungkin didorong emosi seperti bad mood, FOMO, atau diskon terbatas, hasilnya sering kali hanya sesaat menyenangkan dan langsung menyesal.
Ciri-Ciri Impulsive Buying
1. Belanja Tanpa Rencana
Salah satu tanda paling umum dari impulsive buying adalah membeli barang tanpa rencana sebelumnya. Misalnya, kamu hanya berniat membeli satu barang kebutuhan, tetapi malah checkout beberapa item tambahan karena tergoda promo atau tampilan produk yang menarik. Kebiasaan ini sering membuat pengeluaran membengkak tanpa disadari.
2. Dorongan Emosional Tinggi
Impulsive buying biasanya terjadi karena faktor emosi. Saat sedang galau, stres, atau bahkan terlalu bahagia, banyak orang menjadikan belanja sebagai cara menyalurkan perasaan. Alhasil, keputusan membeli bukan didasari kebutuhan, melainkan untuk mencari hiburan atau kepuasan sesaat.
3. Rasa Menyesal Setelah Belanja
Setelah barang tiba, sering kali muncul penyesalan. Banyak pembeli sadar bahwa barang tersebut tidak benar-benar dibutuhkan, bahkan jarang digunakan. Akibatnya, saldo rekening menipis dan kondisi keuangan terganggu, sementara manfaat barang tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.
4. Sikap Terburu-buru
Impulsive buying juga ditandai dengan keputusan membeli yang serba cepat tanpa pertimbangan matang. Konsumen biasanya langsung checkout hanya karena takut ketinggalan promo flash sale atau stok terbatas, tanpa mengevaluasi apakah barang tersebut benar-benar diperlukan.
Penyebab Impulsive Buying
1. Promo Menggoda
Diskon besar, harga terbatas, hingga bundling produk sering menjadi pemicu utama. Strategi pemasaran ini sengaja dirancang untuk menciptakan rasa urgensi agar konsumen segera membeli.
2. Pengaruh Lingkungan
Tren dari teman, keluarga, atau media sosial juga menjadi faktor kuat. Melihat orang lain membeli produk tertentu sering menimbulkan keinginan meniru, meskipun barang itu tidak terlalu dibutuhkan.
3. Taktik Marketing Platform
Toko online maupun e-commerce biasanya menggunakan strategi pemasaran canggih, seperti desain produk yang menarik, rekomendasi personal, hingga notifikasi flash sale. Semua ini mendorong konsumen untuk melakukan pembelian impulsif.
Solusi Mengatasi Impulsive Buying
1. Buat Daftar Belanja Prioritas
Tuliskan kebutuhan utama dan ikuti daftar tersebut. Dengan begitu, kamu lebih terarah dan tidak mudah tergoda membeli barang lain di luar rencana.
2. Tentukan Anggaran Bulanan
Sisihkan dana khusus untuk belanja dan patuhi batas tersebut. Anggaran bisa membantu mengendalikan pengeluaran serta membiasakan diri lebih disiplin secara finansial.
3. Salurkan Emosi ke Hal Positif
Alihkan dorongan belanja dengan aktivitas lain seperti membaca buku, menonton film, atau berolahraga. Cara ini bisa mengurangi keinginan membeli barang yang tidak diperlukan.
4. Latih Kesadaran Saat Belanja
Sebelum checkout, coba beri jeda 1×24 jam. Jika setelah itu barang masih dirasa penting, barulah lakukan pembelian. Langkah sederhana ini dapat membantu membedakan kebutuhan nyata dan keinginan sesaat.
5. Kurangi Godaan Online
Nonaktifkan notifikasi promo dari aplikasi belanja atau ikuti hanya toko yang terpercaya. Dengan begitu, kamu tidak mudah tergoda penawaran yang sebenarnya tidak mendesak.
Kendalikan Impulsive Buying, Wujudkan Finansial Sehat
Impulsive buying bisa terjadi pada siapa saja, tapi bukan hal yang gak bisa dikendalikan. Dengan kesadaran dan kebiasaan belanja yang lebih terstruktur, kamu bisa menikmati manfaat belanja tanpa membuat kondisi keuangan jadi berantakan.
Belanja di eraspace Pakai Indodana PayLater
Sebagai layanan Buy Now Pay Later (BNPL), Indodana PayLater telah mengantongi izin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Melalui aplikasi Indodana Finance, para penggunanya dapat berbelanja kebutuhan gaya hidup seperti gadget beserta aksesoris dan elektronik di eraspace, sebuah e-commerce dari Erajaya Group.
Melalui kolaborasi Indodana Finance dan eraspace, para pengguna dapat memanfaatkan promo cicilan 0% dan gratis 2x cicilan di website dan aplikasi eraspace yang terintegrasi dengan jaringan ritel terbesar di Indonesia seperti erafone, iBox, Urban Republic, dan IT. Sebagai lifestyle dan smart retailer terkemuka, Eraspace menyediakan opsi pengiriman yang beragam, termasuk layanan pengambilan di toko (click & pickup) di ribuan gerai Erajaya Group yang tersebar di seluruh Indonesia. Nikmati pengalaman berbelanja yang praktis, aman dan fleksibel dengan mengunduh aplikasi Indodana Finance di App Store dan PlayStore.
Disclaimer
Artikel ini merupakan hasil kerja sama antara Indodana PayLater dan Eraspace untuk memberikan informasi yang berguna bagi pembaca. Semua isi artikel telah ditinjau oleh kedua pihak.
