Go Green! Ini 5 Benda Konsep Ramah Lingkungan yang Wajib Diketahui

No comments

Seiring meningkatnya pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan, kini produk-produk dengan konsep go green menjadi lebih mudah ditemui. Terutama produk-produk atau benda yang ada disekitar kita, seperti produk rumah tangga, elektronik hingga kosmetik. 

Bagaimana tidak, produk-produk elektronik rumah tangga seperti AC, mobil dan sebagainya menghasilkan polusi yang merusak udara. Sehingga memicu terjadinya perubahan iklim dan pemanasan global.  

Lingkungan menjadi salah satu aset yang perlu dijaga agar mencegah terjadinya global warming. Salah satunya dengan menggalakkan produk-produk go green. Yuk cari tahu produk apa saja yang sudah menerapkan konsep ramah lingkungan atau go green berikut ini.

5 Benda Konsep Go Green

1. Peralatan Elektronik

Benda Konsep Go Green

Saat ini sudah banyak perusahaan yang getol mengaplikasikan konsep ramah lingkungan pada setiap produk yang diluncurkan ke publik. Mulai dari mesin cuci hingga AC (air conditioner) kini sudah menerapkan konsep ramah lingkungan dan hemat listrik. 

Panasonic menjadi salah satu company yang mendukung ramah lingkungan dengan memproduksi sejumlah peralatan elektronik yang ramah lingkungan. Dikutip dari situs resminya, Panasonic meluncurkan teknologi yang dikenal dengan sebutan Econavi. Teknologi ini mereka terapkan pada produk elektronik seperti kulkas, AC, termasuk juga mesin cuci.

Tak hanya itu, perusahaan ini juga memiliki teknologi Smart HEMS (Home Energy Management System). Dimana teknologi ini mampu menghemat penggunaan energi sampai 16%. Teknologi tersebut memang dikembangkan demi menekan penggunaan listrik berlebihan yang bisa memicu pemadaman listrik. 

Dimana hal tersebut menjadi salah satu masalah yang kerap dihadapi industri listrik di Indonesia. Dengan menggunakan peralatan elektronik dari Panasonic, setidaknya mampu menjaga lingkungan dari penghematan listrik yang dilakukan.

2. Transportasi

Selain fokus dengan peralatan elektronika rumah tangga, alat transportasi juga menjadi concern Panasonic dalam mendukung konsep go green. Salah satunya dengan memproduksi alat transportasi ramah lingkungan, seperti sepeda listrik dan juga teknologi eco car. 

Perusahaan ini juga menyiapkan stand charging equipment di area publik bernama Elseve. Dimana alat tersebut dilengkapi dengan baterai Lithium-Ion untuk memudahkan pengisian bahan bakar pada mobil listrik buatan Tesla. 

Hal ini tentu membuat polusi lingkungan lebih bisa ditekan, mengurangi konsumsi bahan bakar, menghemat ruang, dan juga penerapan teknologi keamanan canggih.

Dalam sepeda listrik buatannya, Panasonic menggunakan teknologi yang disebut Electric Assisted Bicycle dengan tenaga listrik yang lebih kuat dan stabil untuk dikendarai. Pengisian energi untuk sepeda listriknya sendiri, Panasonic menggunakan dukungan energi matahari, sehingga penggunaan daya listrik jadi lebih irit. 

Selain mendukung gerakan hemat listrik, penggunaan sepeda listrik secara massal juga mampu mendorong berkurangnya polusi udara yang belakangan semakin parah.

3. Sedotan

Belakangan sejumlah restoran fast food tak lagi menyediakan sedotan berbahan plastik. Hal tersebut bertujuan demi mengurangi produksi sampah dari plastik yang sangat sulit terurai. 

Sebagai gantinya, di beberapa restoran tersebut menyediakan sedotan yang terbuat stainless-steel agar dapat digunakan ulang. Tentunya sedotan dengan konsep go green tersebut tidak gratis, ada harga yang harus dibayar oleh pengunjung.

Starbucks, salah satu gerai kopi ternama di dunia juga sudah menghentikan penggunaan sedotan plastik. Mereka juga menyarankan pelanggannya untuk meminum kopi dari gelas langsung.

Bahkan, para pelanggannya juga disarankan untuk membawa tempat minum untuk kopinya sendiri dari rumah demi menekan penggunaan plastik dan kertas sebagai kemasan minuman kopi.

4. Kosmetik

Beda Konsep Go Green

Maraknya kampanye ramah lingkungan, kini produk kosmetik juga turut mengadopsi konsep go green. Dikutip dari laman Liputan6.com, kampanye kosmetik ramah lingkungan sendiri sudah gencar dilakukan sejak tahun 2010. 

Sejumlah brand kosmetik kenamaan seperti Procter & Gamble, L’Oreal, hingga Estee Lauder pun tak lagi menggunakan kardus sebagai kemasan luar produknya. Hal ini dilakukan demi mengurangi sampah kertas yang bisa merusak lingkungan.

Sejumlah produsen kosmetik pun juga berlomba-lomba beralih menggunakan bahan organik dan menyisihkan sebagian keuntungannya demi mendukung penanaman kembali beberapa bahan organik. 

Tak sampai disitu saja, beberapa brand juga mulai mengurangi pengguaan plastik sebagai kemasan kosmetik. Bahkan beberapa produsen mulai beralih menggunakan bahan daur ulang untuk kemasan kosmetiknya.

5. Kantong

Saat berbelanja, baik di pasar maupun supermarket banyak yang menggunakan kantong plastik untuk wadah belanjaannya. Tapi sekarang, ada kantong ramah lingkungan yang terbuat dari bahan organik, contohnya singkong. Disebut ramah lingkungan, karena kantong yang berbahan singkong tersebut jauh lebih gampang terurai ketika dibuang dibanding plastik.

Dilansir dari situs berita Detik.com, pemerintah akan memberikan insentif kepada produsen yang memproduksi kantong ramah lingkungan. Insentif tersebut diberikan guna mendukung peningkatan produksi kantong yang ramah lingkungan, sehingga turut mengurangi produksi sampah plastik di lingkungan.

Jaga Lingkungan dengan Produk Ramah Lingkungan

Kelangsungan hidup manusia yang sangat bergantung dengan lingkungan mengharuskan kita tak boleh mengabaikan tentang isu pemanasan global. Hal ini sedikit banyaknya juga dipengaruhi oleh tingkah laku manusia yang kurang menjaga lingkungan. Mulai dari penggunaan peralatan elektronik, kemasan plastik, hingga membuang sampah sembarangan. 

Dengan memahami apa saja produk dengan konsep go green atau ramah lingkungan, ini artinya kita turut menjaga lingkungan. Terutama untuk lingkungan yang ada di sekitar kita. Yuk, jaga lingkungan dimulai dari rumah dan diri sendiri!

Baca Juga:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.