Menabung di Saat Keuangan Sedang Sulit Bukan Mimpi, Ini Caranya!

Menabung di Saat Keuangan Sedang Sulit Bukan Mimpi, Ini Caranya!

No comments

Ada banyak hal yang membuat seseorang bisa mengalami kesulitan finansial. Misalnya saja, seorang pelaku usaha yang mengalami penurunan omzet, bangkrut, pekerja atau karyawan yang di PHK, atau seseorang yang kehilangan sumber pendapatannya. 

Dalam kondisi tersebut, seseorang berpotensi untuk menggunakan uang tabungan yang sebelumnya sudah dipersiapkan untuk masa depan, demi menyambung hidup. Maka akibatnya, rencana yang telah ditata rapi pun gagal. Pernahkah Anda mengalami sebuah situasi yang serupa? 

Meskipun demikian, kondisi keuangan sesulit apapun, Anda harus tetap berusaha mewujudkan financial planning yang telah disusun sebelumnya. Rencana tersebut masih bisa terwujud ketika Anda disiplin dalam menabung dan tak tergiur untuk menggunakannya ketika keuangan sedang seret. Memang agak sulit, namun bukan berat tak bisa dilakukan. Berikut tips mudah menabung di saat situasi keuangan sedang sulit yang layak dicoba.

Baca Juga: Belum Punya Rencana Keuangan Jangka Pendek? Jangan Anggap Sepele, Yuk Bikin Sekarang!

Tips Tetap Bisa Menabung Meskipun Keadaan Sedang Sulit

Tips Tetap Bisa Menabung Meskipun Keadaan Sedang Sulit

1. Bayarkan Segera 

Berapapun jumlah nominal penghasilan yang diterima saat kondisi keuangan sedang lesu, selalu usahakan untuk menyisihkan segera sebagiannya untuk ditabung. Setidaknya sisihkan sekitar 10%, baru kemudian, gunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan rutin. 

Membayarkan kebutuhan rutin merupakan langkah mendasar dalam mengelola keuangan pribadi supaya Anda dapat mencapai titik kebebasan finansial. Sejumlah kebutuhan rutin di antaranya adalah: 

  • Bayar tagihan penuh, misalnya saja tagihan air dan listrik.
  • Bayar uang kos, sewa rumah, ataupun apartemen. Namun, jika saat ini Anda sedang membeli rumah secara kredit, bayarlah cicilan KPRnya.
  • Bayar utang konsumtif yang memiliki bunga tinggi, misalnya seperti kredit tanpa agunan atau KTA dan juga kartu kredit.
  • Bayar cicilan kredit kendaraan.

Setelah semua tagihan wajib bulanan sudah dibayarkan, barulah kemudian Anda dapat mengalokasikan sebagian penghasilan. Misalnya saja, untuk keperluan belanja bulanan, jalan-jalan, maupun kebutuhan yang lain bersifat tersier. 

Dengan mengedepankan menabung serta membayar sejumlah kebutuhan rutin yang wajib dibayarkan terlebih dulu, maka kemungkinan penumpukan utang akan semakin kecil.

2. Tekan Pengeluaran Bulanan

Di saat kondisi finansial sedang kritis dan budget yang tersisa cukup terbatas, maka Anda harus bisa lebih kreatif dalam melakukan penghematan di beberapa pos tertentu. Anda bisa memangkas biaya pengeluaran yang bersifat bukan kebutuhan pokok atau utama. Beberapa contohnya:

  • Biaya langganan pusat kebugaran dan TV berbayar, pasalnya hal tersebut ini bukan kebutuhan utama. Maka dengan memangkas biaya tersebut bisa meningkatkan kesehatan keuangan Anda di masa sulit.
  • Biaya makan atau jajan di luar, juga liburan. Di saat kondisi lesu seperti sekarang, usahakan untuk menghentikan kebiasaan makan atau jajan di luar dan liburan hingga kondisi finansial membaik.
  • Biaya ngopi di Kafe. Anda dapat menekan biaya tersebut dengan membuat sendiri kopi di rumah ataupun kantor.
  • Biaya untuk gaya hidup misalnya seperti belanja make up, baju, aksesori, maupun pengeluaran lainnya yang berhubungan dengan hobi. Tahan setiap pengeluaran yang tidak mendesak hingga kondisi finansial Anda benar-benar pulih.

Tak cuma memangkas sejumlah biaya bulanan, ada beberapa strategi lain yang bisa digunakan untuk menekan pengeluaran belanja bulanan. Misalnya saja dengan memanfaatkan promo yang diberikan kartu kredit maupun dompet digital saat sedang berbelanja. Kendalikan juga konsumsi listrik rumah tangga dengan mengurangi pemakaian alat-alat listrik yang kurang penting.

Misalnya saja mengganti kompor listrik dengan kompor gas. Atau jika biasanya Anda menggunakan mesin cuci tiap hari, maka pertimbangkan untuk menggunakannya tiga hari sekali atau mencucinya menggunakan tangan.  

3. Mengelola Aset yang Dimiliki

Ketika penghasilan yang dimiliki saat ini tak bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan maupun tagihan utang yang sudah ada. Coba pertimbangkan agar menjual beberapa aset yang dimiliki, contohnya seperti aset bergerak. 

Hasil dari penjualan aset tadi dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan di saat kondisi keuangan sedang kritis. Menjual sejumlah aset bergerak, misalnya kendaraan bermotor memang lebih gampang dan dianjurkan dibandingkan dengan menjual beberapa aset tetap misalnya seperti rumah. Pasalnya, nilai jual mobil selalu mengalami depresiasi ataupun penurunan nilai setiap tahun. Sedangkan nilai rumah atau aset tetap cenderung stabil bahkan nilainya cenderung naik. 

Cara mengelola aset yang dimiliki seperti, jika sekarang ini Anda memiliki dua kendaraan bermotor, ada baiknya salah satu kendaraan yang dirasa kurang begitu produktif dijual. Atau bisa juga dengan menjual keduanya dan membeli satu saja motor atau mobil bekas yang masih layak pakai.

Disiplin dalam Menabung Bisa Jadi Kunci

Sebesar atau sekecil apapun penghasilan yang saat ini Anda dapatkan, di masa-masa ekonomi yang sedang kritis seperti saat ini, selalu usahakan untuk menabung. Anda dapat menggunakan sistem penarikan otomatis atau auto debit dengan nilai 10% dari total penghasilan. 

Namun jika tidak, Anda juga bisa melakukannya secara manual dengan selalu menerapkan kedisiplinan dalam menabung. Satu hal yang terpenting, jangan pernah menjadikan masa-masa yang sulit seperti ini sebagai alasan gagalnya rencana finansial yang dimiliki. Yuk, mulai disiplin menabung sejak dini!

Baca Juga: Jangan Dilupakan! Berikut Pos Pengeluaran Rumah Tangga yang Wajib Dipenuhi