Di tengah kemudahan akses keuangan digital, kamu mungkin pernah melihat tawaran jasa “gesek tunai” atau yang lebih populer dengan istilah gestun di media sosial. Penawaran ini biasanya menjanjikan pencairan limit paylater menjadi uang tunai dengan proses cepat dan syarat yang terlihat mudah.
Bagi kamu yang sedang membutuhkan dana mendesak, tawaran ini mungkin terdengar seperti solusi instan. Namun, dibaliknya ada risiko besar yang mengintai, bahkan risiko hukum.
Mari kita pahami mengapa praktik gestun ini sangat berbahaya bagi kesehatan finansial jangka panjang.
Apa Itu Gestun PayLater?
Gestun adalah praktik di mana kamu melakukan transaksi belanja fiktif di sebuah toko (merchant). Kamu seolah-olah membeli barang menggunakan limit paylater, namun pada kenyataannya tidak ada barang yang berpindah tangan. Sebagai gantinya, pemilik toko akan mengirimkan uang tunai ke rekeningmu setelah dipotong biaya administrasi (fee) yang biasanya sangat tinggi, berkisar antara 5% hingga 15%.
Secara sistem, transaksi ini terlihat seperti belanja biasa, namun secara substansi, ini adalah penyalahgunaan fungsi paylater yang seharusnya digunakan sebagai alat pembayaran belanja konsumsi, bukan pinjaman tunai terselubung.
Praktik gestun pada layanan Indodana Finance atau platform legal lainnya adalah tindakan ilegal yang melanggar syarat dan ketentuan penggunaan.
Risiko Fatal Gestun PayLater
Jika kamu nekat melakukan praktik ini, berikut adalah rentetan bahaya yang siap menghampiri:
1. Ancaman Penipuan (Scam)
Dunia gestun adalah area “abu-abu” yang tidak diawasi oleh otoritas mana pun. Banyak penyedia jasa gestun yang ternyata adalah penipu. Kamu mungkin sudah menyelesaikan transaksi di aplikasi dan limitmu sudah terpotong, namun uang tunai yang dijanjikan tidak pernah dikirimkan. Karena aktivitas ini melanggar aturan, kamu akan kesulitan melapor ke pihak berwajib jika menjadi korban penipuan.
2. Pembekuan Akun Secara Permanen
Sistem deteksi fraud (kecurangan) di Indodana Finance dapat menemukan pola transaksi yang tidak wajar—seperti belanja di merchant yang mencurigakan dengan nominal bulat secara berulang— dan membuat akunmu akan otomatis diblokir. Kamu akan kehilangan akses ke fitur paylater selamanya.
3. Pencurian Data Pribadi (Data Breach)
Untuk melakukan gestun, penyedia jasa sering kali meminta kamu memberikan informasi sensitif seperti nomor HP, alamat, hingga data login akun. Memberikan akses ini kepada pihak ketiga sama saja dengan membuka pintu bagi peretas untuk menyalahgunakan identitasmu demi aktivitas kriminal lainnya.
4. Laporan Kredit Memburuk
Setiap aktivitas akun yang terindikasi melakukan pelanggaran akan dicatat dalam sistem internal yang terhubung dengan laporan kredit. Jika akunmu diblokir karena indikasi kecurangan, hal ini bisa memperburuk citra kamu di SLIK OJK. Dampaknya, kamu akan kesulitan mendapatkan persetujuan saat ingin mengajukan KPR, kredit kendaraan, atau pinjaman bank resmi di masa depan.
Lindungi Masa Depan Finansialmu
Mempraktikkan gestun mungkin memberikan napas pendek bagi keuanganmu saat ini, namun efek jangka panjangnya bisa menghancurkan reputasi kredit yang sudah kamu bangun. Bahaya gestun paylater sangat nyata, mulai dari risiko penipuan hingga hilangnya kepercayaan dari lembaga keuangan resmi.
Jadilah pengguna yang cerdas dan bertanggung jawab. Gunakan Indodana Finance sesuai fungsinya sebagai pendukung gaya hidup dan kebutuhan yang aman. Keamanan data dan kesehatan laporan kreditmu jauh lebih berharga daripada dana instan hasil dari cara yang menyimpang.
Baca juga: