Apakah Data Pribadimu Ada yang Bocor? Cek Sekarang!
Kabar tentang kebocoran data (data breach) yang menimpa berbagai instansi dan perusahaan besar sering kali bikin was-was. Mulai dari nomor HP yang tiba-tiba banyak menerima SMS spam, hingga yang paling mengerikan: NIK KTP dipakai orang tak dikenal untuk mengajukan pinjaman online ilegal.
Di era serba digital ini, data pribadi adalah aset yang sama berharganya dengan uang di dompetmu. Jika jatuh ke tangan yang salah, dampaknya bisa merugikan secara finansial.
Tapi jangan panik dulu, Sobat ID! Kamu bisa melakukan pengecekan mandiri untuk mengetahui apakah data email atau KTP-mu masih aman atau sudah terekspos. Yuk, simak cara ceknya dan tips agar tetap aman bertransaksi digital.
Metode Cek Kebocoran Data
Lakukan “Medical Check-Up” pada data pribadi kamu minimal 3 bulan sekali menggunakan tiga metode berikut:
1. Cek Riwayat Kredit di SLIK OJK
Bagi nasabah lembaga keuangan, ini adalah pengecekan terpenting. Sering kali email aman, tapi NIK KTP yang bocor dan dipakai joki pinjaman. Untuk memastikan data tersebut tidak disalahgunakan, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengecek SLIK OJK (dulunya BI Checking) atau laporan kredit.
Ibarat rapor keuangan, SLIK OJK memuat seluruh aktivitas pinjaman dan status pembayaranmu, termasuk daftar pinjaman yang kamu miliki. Jika kamu melihat adanya pinjaman yang tidak kamu ajukan, besar kemungkinan datamu telah disalahgunakan dan segera lapor ke OJK.
Terdapat beberapa cara mengecek laporan kredit yang bisa dilakukan, yaitu melalui iDebku OJK atau melalui aplikasi teknologi finansial seperti Cermati.
2. Cek Kebocoran Data Menggunakan Google
Cek data yang bocor bisa pakai Google? Ya, benar sekali! Kamu bisa melakukan pengecekan data yang bocor hanya dengan menggunakan Google. Ini dia caranya.
- Buka akun Googlemu.
- Klik menu “Akun” pada bagian kanan atas.
- Klik tombol “Manage Your Google Account”.
- Cari tab “Security”.
- Scroll terus ke bawah hingga ketemu “See if your email address is on dark web”.
- Klik “Run Scan”.
- Kamu bisa melihat data yang bocor (jika ada).
Jika kamu ingin melihat terdapat data yang bocor, tekan tombol “View All Results” untuk melihat detail informasi kebocoran datamu.
Mengapa Harus Waspada? Dampaknya Fatal!
Mengabaikan kebocoran data bukan hanya soal privasi, tapi risiko kerugian finansial nyata:
- Blacklist BI Checking/SLIK OJK: Nama kamu bisa masuk daftar hitam (Kol 5) karena tunggakan orang lain yang memakai KTPmu. Akibatnya, kamu tidak bisa mengajukan berbagai pinjaman di masa depan, bahkan sulit melamar pekerjaan.
- Rekening Dibobol: Jika password email bocor, peretas bisa mereset akses m-banking kamu.
- Teror Penagihan: Kenyamanan hidup terganggu karena diteror penagih utang yang salah alamat.
Apa yang Mesti Dilakukan Jika Ada Data yang Bocor?
Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengecek kembali data apa saja yang bocor dan juga sumbernya. Perhatikan mana data yang bisa diubah, seperti password dan username.
Lalu, kamu masuk ke sumbernya jika memungkinkan. Ubah informasinya.
Jika data yang bocor tidak dapat diubah, seperti email, ubahlah password pada emailmu. Dengan begitu, para penipu dan hacker tidak akan bisa meretas emailmu tanpa mengetahui kunci dari akunmu.
Selain itu, aktifkan two-factor authentication pada akun-akunmu atau bentuk keamanan lainnya. Sebisa mungkin, aktifkan semua bentuk keamanan agar akunmu makin aman.
JAGA Selalu Akunmu, Rutin Lakukan Pembaruan Data
Penting bagi kamu untuk mengetahui cara cek data pribadi. Setelah mengetahui data apa saja yang bocor beserta sumbernya, sekarang sudah saatnya kamu melakukan pembaruan data di akunmu. Lakukan pembaruan data secara rutin agar para hacker tidak dapat membobol akunmu.
Jangan lupa untuk selalu men-JAGA informasi pribadimu dan jangan berikan pada siapapun.
Baca juga Artikel Lainnya:
