fakta menyeramkan

7 Fakta Menyeramkan Terkait Penipuan yang Perlu Diketahui

Belum ada komentar

“Jangan berbicara pada orang yang tidak kamu kenal”. Itulah pesan orang tua waktu masih kecil. Ada benarnya ternyata perkataan itu, meski mungkin tidak bisa diartikan secara harfiah.

Makin beranjak dewasa, makin banyak orang yang ditemui, makin banyak pulang orang yang berkenalan denganmu. Tapi, bukan berarti kamu bisa percaya 100% terhadap orang-orang yang ditemui itu.

Di sekitarmu memang banyak orang yang baik, tapi jangan lupa bahwa banyak juga orang yang memiliki niat jahat, seperti penipu yang “mengincar” keuanganmu. Tidak mau, kan, kamu menjadi salah satu korban penipuan?

Nah, agar itu tidak terjadi, yuk simak dulu fakta-fakta menyeramkan tentang penipuan yang umum terjadi.

Fakta Menyeramkan Penipuan yang Sering Terjadi

1. Penipuan Keuangan Dapat Terjadi pada Siapa Saja

    Perlu diketahui bahwa siapa pun dapat menjadi korban penipuan keuangan. Apalagi di zaman digital ini, informasi pribadi sudah disimpan secara digital semua. Memang, sih, ada sistem keamanannya, tapi kamu tidak bisa tahu seberapa aman datamu.

    Para penipu sebenarnya tidak memiliki ketentuan khusus atas siapa yang akan menjadi korbannya. Penipuan tidak hanya terjadi pada orang kaya, orang tua, pebisnis, ras, atau demografi tertentu. Tapi, bisa jadi penipu menargetkan suatu kelompok tertentu sebelum pindah ke kelompok lainnya.

    Nah, agar kamu tidak menjadi salah satu korbannya, lebih baik mengantisipasi keamanan data pribadimu agar tidak terjadi pencurian data. Misalnya, dengan tidak menyimpan data secara digital di gadget pribadimu. 

    2. Penipuan Social Engineering Meliputi Banyak Penipu

      Social engineering merupakan salah satu penipuan yang umum terjadi. Tapi, tahukah kamu bahwa pelaku social engineering umumnya dilakukan oleh sekumpulan orang?

      Yap, benar sekali! Para penipu ini bersekongkol dengan satu dan lainnya untuk bisa mengumpulkan informasi pribadimu. Untuk bisa mendapatkan data pribadimu, banyak hal yang perlu dilakukan, seperti mencari informasi via telepon, membuat tautan palsu, mengirim email palsu, dan sebagainya.

      3. Serangan “Bait & Switch

        Serangan umpan dan ganti atau “Bait & Switch” ini begitu menyeramkan. Sebab, kamu bisa jadi tidak sadar akan serangan ini. Para penipu akan mengumpanmu dengan konten-konten yang menarik sehingga kamu pun tertarik untuk meng-click dan masuk ke konten tersebut. Konten tersebut dibuat se-”innocent” mungkin agar kamu tidak menyadari bahwa tautan yang disematkannya merupakan berbahaya. 

        4. Kartu Kredit Salah Satu Wadah Penipuan Terbanyak

          Seperti yang diketahui, banyak penipuan yang terjadi atas nama kartu kredit. Bahkan, kamu tidak memiliki kartu kredit saja menjadi incaran para penipu. Hal ini selaras dengan fakta bahwa kartu kredit menjadi salah satu wadah penipuan terbanyak.

          Banyak penipuan yang dapat dilakukan melalui kartu kredit, seperti mencuri kartu fisik secara langsung, meretas akunmu, menggunakan nomor kartumu untuk transaksi, atau membuka kartu kredit atas namamu. 

          Maka, JAGA-lah keamanan kartu kreditmu dengan sebisa mungkin tidak membawa kartu fisik ke mana-mana, tidak memberikan informasi pribadi (termasuk nomor kartu kredit dan CVV), dan tetap berhati-hati saat bertransaksi, terutama ketika melakukannya secara online.

          5. Informasi Pribadi Bisa Didapatkan dari Dokumen Finansial

            Dokumen finansial, seperti tagihan kartu kredit, lembar pembukaan rekening atau kartu kredit, resi paket, dan dokumen lainnya yang terdapat informasi pribadimu, perlu di-JAGA dengan baik. Hanya dengan sedikit informasi pribadi yang tersebar saja, penipu bisa mendapatkan keseluruhan data pribadimu. Jika kamu mendapatkan dokumen tersebut secara fisik, jangan langsung dibuang, tapi dipotong kecil-kecil terlebih dahulu.

            6. Anak-Anak Jadi Target Penipuan

              Anak-anak bisa menjadi target dari penipuan akun keuanganmu. Bagaimana caranya? Para penipu dapat bertanya-tanya pada anak terkait siapa dirimu, seperti “siapa nama mamamu?” atau “mama/papa ulang tahunnya kapan?”. Maka, bimbinglah anak-anakmu untuk tidak berbicara pada orang yang tidak dikenal atau untuk tidak memberitahu informasi-informasi tersebut.

              7. Penipu Sangat Mudah untuk Memainkan Perasaan

                Fakta yang satu ini memang sudah umum diketahui, tapi masih banyak yang terbawa emosi dan menjadi korban penipuan. Banyak skenario-skenario tertentu yang bisa menggoyahkan emosimu, seperti istri kecelakaan, keluarga ada yang ditangkap polisi, anak diculik, dan sebagainya.

                Hal yang perlu dilakukan ketika mendapatkan skenario seperti ini adalah untuk tetap tenang dan crosscheck fakta terlebih dahulu. Misal, ketika anak dikatakan sedang diculik, hubungi anak terlebih dahulu untuk menanyakan keberadaan mereka. Dengan begitu, kamu dapat menghindari penipuan.

                Selalu JAGA Diri dari Penipuan Finansial

                Makin hari, metode penipuan makin menyeramkan, apalagi ketika menggunakan teknologi yang tidak terpikirkan. Meskipun demikian, kamu tetap bisa melakukan berbagai tindakan preventif untuk meminimalisir kesempatan penipu mendapatkan informasi pribadimu. Bagaimana pun, informasi pribadi menjadi kunci dari terjadinya penipuan.

                Selalu tingkatkan pengetahuan diri mengenai penipuan-penipuan yang sering terjadi dan bagaimana cara menanggulanginya. Pahami juga fakta-fakta menyeramkan terkait penipuan. Hal ini tentunya bisa menghindari dirimu dari berbagai macam penipuan.

                Baca juga Artikel Lainnya: