10 Negara dengan Penipuan Online Terbanyak di Dunia dan Motif Umumnya

Belum ada komentar

Penipuan online bukan lagi hal yang jarang ditemukan karena terjadi dalam keseharian kita.

Tidak hanya di Indonesia, kasus-kasus penipuan online juga banyak terjadi di luar negeri. Motifnya juga beragam, namun sebagian tidak jauh berbeda dengan motif penipuan online yang terjadi di Indonesia. Berikut ini adalah 10 negara dengan motif penipuan online terbanyak di dunia beserta motif umumnya.

10 Negara dengan Penipuan Online Terbanyak di Dunia

Melansir dari halaman Analytics Inside, inilah 10 negara dengan kasus penipuan online terbanyak di dunia.

1. Nigeria

Nigeria sudah memiliki banyak kasus penipuan online selama bertahun-tahun. Target dari penipuan ini adalah anak-anak muda yang dipancing agar mereka bisa mendapatkan uang dengan cepat. Motif umumnya adalah rekening keuangan palsu dan juga advance fee fraud.

Penipu akan membuat korban untuk mentransfer sejumlah uang dengan nominal yang terbilang cukup kecil dengan menjanjikan imbalan besar. Uang yang ditransfer oleh korban juga ditujukan ke rekening palsu. Setelah korban mentransfer uang ke rekening palsu penipu, imbalan yang dijanjikan tidak pernah dibayarkan oleh penipu.

Selain itu, motif penipuan seperti kencan palsu juga sering terjadi di negara ini.

2. India

Sebagai negara yang memiliki banyak sekali pengguna internet, India merupakan sarang dari penipu online. Motifnya juga sangat beragam mulai dari hacking, tawaran pekerjaan palsu, dan yang paling umum adalah tech support scam atau customer service scam melalui telepon. Penipu akan berpura-pura menjadi telemarketer atau customer service dan meminta informasi atau melakukan langkah-langkah yang membuat korban kehilangan uangnya.

3. Tiongkok / RRC

Negara Tiongkok juga memiliki modus penipuan online yang cukup unik. Salah satu motifnya adalah penipuan yang menargetkan orang tua murid. Penipu akan meminta ditransfer sejumlah uang dengan imbalan anak dari korban akan masuk perguruan tinggi yang bagus. 

Selain modus tersebut, penipuan melalui teknologi juga kerap terjadi, salah satunya adalah Virus Trojan. Virus Trojan adalah virus yang menginfeksi komputer atau perangkat yang kamu miliki dengan tujuan mengambil data-data. Penipu bisa saja mendapatkan data yang kamu miliki atau simpan dalam perangkat dan digunakan untuk membobol rekening, akun, dan bentuk penipuan lainnya.

4. Brazil

Brazil mendapat julukan “ibu kota scam dunia” akibat banyaknya penipuan online dan bentuk penipuan lain di negara ini. Modus penipuan online yang sering terjadi di Brazil adalah kencan palsu. Penipu akan menyamar menjadi wanita atau pria dan melakukan love scamming untuk menguras rekening korban.

Selain itu, Brazil juga memiliki tingkat kejahatan seperti pencopetan, perampokan, dan juga pencurian yang cukup tinggi. Tidak jarang turis juga menjadi korban.

5. Indonesia

Indonesia menempati posisi kelima sebagai negara dengan penipuan online terbanyak di dunia. Sebagai negara dengan pengguna internet dan juga tech-savvy, tentu saja ini menjadi sasaran empuk para penipu. Motifnya juga beragam dan bahkan frekuensi aksi penipuannya meningkat. Adapun motif yang sering terjadi adalah spam call, customer service palsu, tawaran kerja palsu, dan juga investasi bodong.

Minimnya literasi dan juga rasa FOMO sering kali menjadi alasan mengapa korban berjatuhan. Selain itu kreativitas penipu saat ini makin berkembang untuk menciptakan modus kejahatan yang dapat dipercaya.

6. Pakistan

Negara Pakistan menempati posisi keenam dari daftar ini. Modus penipuan yang sering terjadi di negara ini adalah virus komputer yang dapat mengambil data-data penting. Data tersebut digunakan untuk membobol rekening, atau identity theft. Selain itu, penipu juga menyamar menjadi otoritas militer dan melakukan pemerasan pada korban.

7. Filipina

Negara tetangga Indonesia ini juga memiliki berbagai modus penipuan online. Modus-modus penipuan online di negara ini adalah kencan palsu, akun palsu, investasi bodong, lowongan kerja palsu, dan juga menyamar menjadi teman dekat atau keluarga korban.

Mayoritas anak muda yang akrab dengan teknologi atau tech-savvy menjadi alasan mengapa banyak penipu online yang menghantui di negara ini.

8. Romania

Romania juga terkenal akan penipuan online. Alasannya adalah banyak anak muda yang ahli dalam dunia teknologi dan hacking. Modusnya juga beragam seperti phishing, penipuan kartu kredit, dan juga modus kencan online palsu. 

9. Venezuela

Venezuela merupakan negara dengan kasus penipuan online yang banyak. Selain motif penipuan seperti kencan online palsu dan juga penipuan melalui telepon, salah satu yang unik dari modus penipu di negara ini adalah obligasi palsu.

Layaknya investasi bodong, korban akan dijanjikan untuk melakukan sebuah investasi dengan imbalan yang besar. Penipu akan memberikan rasa FOMO kepada korban dan meyakinkan mereka untuk menaruh jumlah besar dalam investasi yang dilakukan, dalam hal ini adalah obligasi. Sayangnya obligasi ini palsu dan uang korban tidak pernah kembali.

10. Afrika Selatan

Afrika Selatan menempati posisi kesepuluh dari daftar penipuan online terbanyak di dunia. Afrika Selatan memiliki banyak anak muda yang menggunakan perangkat teknologi seperti gadget sehingga mereka sering kali menjadi korban. Modusnya juga cukup beragam seperti investasi bodong, lowongan kerja palsu, phishing dan akun keuangan palsu untuk lottery scam.

Kasus Penipuan Online di Dunia Masih Banyak

Tidak hanya 10 negara di atas, kasus penipuan online dapat terjadi di banyak negara lain. Beberapa yang perlu disebutkan seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada yang memiliki peningkatan kasus penipuan online.

Perlu disayangkan bahwa Indonesia masuk dalam 10 besar negara dengan penipuan online terbanyak di dunia. Modusnya juga beragam dan memiliki kemiripan dengan yang terjadi di luar negeri. Oleh karena itu, perbanyak literasi akan keamanan akun, data-data penting, dan privasi agar tidak menjadi korban penipuan.

Baca Juga Artikel Lainnya: