penipuan qris

Hati-Hati! Ini Dia Modus Penipuan QRIS yang Sering Terjadi

No comments

Di era serba digital seperti sekarang, kemudahan dalam bertransaksi jadi salah satu keunggulan utama teknologi. Salah satunya lewat sistem pembayaran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang praktis dan efisien. Cukup scan, klik bayar, dan transaksi selesai. Tapi, di balik kemudahan itu, ada saja celah yang dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan berbagai penipuan QRIS.

Nah, supaya kamu nggak jadi korban, yuk kenali beberapa modus penipuan QRIS yang sering terjadi!

Modus-Modus Penipuan QRIS

1. Kode QRIS Palsu

Salah satu modus penipuan QRIS yang paling sering terjadi adalah penggunaan kode QRIS palsu, yakni kode yang tampak seperti milik merchant resmi tetapi sebenarnya mengarah ke rekening atau akun e-wallet si penipu. 

Pelaku biasanya mencetak kode QRIS miliknya sendiri—yang bisa dibuat dengan mudah lewat aplikasi dompet digital—kemudian menempelkannya di tempat-tempat umum seperti warung, kafe, tempat ibadah, bahkan di stan bazar atau acara komunitas. 

Stiker ini sering kali ditempel secara diam-diam di atas QRIS asli milik pemilik tempat usaha. Alhasil, banyak korban tidak menyadari bahwa uang yang mereka bayarkan justru masuk ke rekening pelaku. Merugikan banget, kan? Oleh karena itu, sebelum membayar pakai QRIS, perhatikan hal ini:

  • Tidak ada tempelan seperti stiker yang menutupi kode QRIS.
  • Nama toko yang tertera di aplikasi pembayaran sudah sesuai.
  • Selalu konfirmasi detail pembayaran ke pihak toko sebelum membayar.

2. Quishing

Bukan cuma mengincar uang dari korban, pelaku penipuan juga kerap mengincar data pribadi korban dengan melakukan penipuan quishing. Quishing adalah modus penipuan siber yang memanfaatkan QRIS untuk mengelabui korban agar membuka tautan berbahaya. Dalam praktiknya, pelaku menyebarkan QRIS palsu—bisa lewat poster, email, atau media sosial—yang jika dipindai akan mengarahkan korban ke situs phishing

Di situs tersebut, korban diminta memasukkan data sensitif seperti username, password, PIN, atau informasi kartu kredit dengan dalih verifikasi, promo, atau hadiah. Kalau kamu menemukan QRIS seperti itu, jangan pernah berikan data-datamu, ya! Karena nantinya data tersebut akan disalahgunakan untuk hal-hal yang merugikan, seperti penyalahgunaan kartu kredit, dan sebagainya.

Untuk menghindarinya, selalu ingat kalau kode QRIS hanyalah untuk bertransaksi. Jadi, QR tersebut hanya bisa kamu scan di aplikasi pembayaran yang langsung mengarah ke detail pembayaran.

3. Penipuan QRIS Bayar atau QRIS CPM

Selain mengincar pembeli, penipuan QRIS ternyata juga mengincar penjual, lhol. Penipuan ini menyasar penjual yang belum paham perbedaan QRIS Merchant Presented Mode (MPM) dan Customer Presented Mode (CPM). 

Dalam modus ini, pelaku akan berpura-pura menjadi pembeli dan mengaku tak bisa memindai kode QR toko. Ia lalu mengarahkan penjual untuk mengirim kode QR dari mobile banking, padahal itu adalah kode QR CPM—kode yang justru digunakan untuk mengirim uang, bukan menerima. Saat kode itu dipindai, dana dari rekening penjual malah terkirim ke rekening penipu.

Oleh karena itu, sebagai pemilik usaha yang menggunakan QRIS, penting untuk selalu memahami jenis-jenis QRIS agar tidak terjebak penipuan. Selain itu, pastikan untuk selalu menggunakan kode QRIS resmi dari Bank Indonesia untuk menerima pembayaran.

4. Bukti Pembayaran QRIS Palsu

Lalu, penipuan QRIS lainnya yang kerap mengincar pelaku usaha adalah bukti pembayaran QRIS palsu. Dalam modus ini, pelaku berpura-pura sudah membayar dan menunjukkan screenshot bukti transfer palsu atau hasil editan dari aplikasi dompet digital. Biasanya ini terjadi saat toko sedang ramai, sehingga penjual lengah dan tidak sempat memeriksa mutasi transaksi secara langsung di aplikasi. Karena percaya dengan tampilan bukti tersebut, penjual pun menyerahkan barang meski pembayaran sebenarnya tidak pernah masuk.

Kamu bisa menghindari penipuan ini dengan selalu periksa riwayat transaksi langsung di aplikasi resmi penyedia QRIS, jangan hanya mengandalkan screenshot dari pembeli. Jika ragu, tahan barang sampai pembayaran benar-benar terverifikasi.

Berhati-hati dalam Bertransaksi agar Tidak Menyesal di Kemudian Hari!

QRIS memang memudahkan proses pembayaran, tapi di balik kemudahannya tetap ada potensi risiko jika kita tidak waspada. Modus-modus penipuan yang disebutkan tadi menunjukkan bahwa pelaku bisa memanfaatkan celah dari ketidaktahuan atau kelengahan pengguna. Maka dari itu, penting bagi kita—baik pembeli maupun penjual—untuk memahami cara kerja QRIS, mengenali tanda-tanda penipuan, dan selalu memverifikasi setiap transaksi.

Jangan sampai niatnya mau praktis, malah buntung karena kurang teliti. Ingat, keamanan bertransaksi itu tanggung jawab kita bersama!

Baca juga: