Penipuan Menggunakan Suara Mirip Orang Terdekat, Bagaimana Caranya?
Bayangkan situasinya seperti ini: Handphone kamu berdering dari nomor tak dikenal. Begitu diangkat, terdengar suara anak, orang tua, atau sahabat dekatmu yang sedang menangis tersedu-sedu. Mereka bilang sedang ditangkap polisi, mengalami kecelakaan parah, atau disandera, dan butuh transferan uang darurat detik ini juga.
Suaranya sangat mirip, intonasinya persis, bahkan suara tangisannya pun sama. Kamu pasti langsung panik dan refleks ingin menolong, bukan?
Tapi tunggu dulu! Jangan langsung panik. Bisa jadi kamu sedang menjadi target modus penipuan terbaru yang sangat mengerikan: voice cloning atau copycat suara berbasis AI.
Bagaimana Bisa Suara Orang Terdekat Kita Ditiru?
Zaman sekarang, penipu tidak lagi sekadar menyamar dan mengubah gaya bicara mereka. Menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) canggih bernama voice cloning, pelaku hanya membutuhkan sampel suara targetnya selama 3 sampai 10 detik saja!
Dari mana mereka mendapatkan sampel suara tersebut?
- Video yang kamu atau keluargamu unggah di media sosial.
- Pesan suara (voice note) yang tersebar.
- Telepon iseng (spam call) sebelumnya, di mana pelaku sengaja merekam saat kamu menjawab “Halo, dengan siapa ini?”.
Setelah AI mempelajari warna suara, aksen, dan cara bicara korban, penipu bisa mengetik teks apa saja di komputer mereka, dan AI akan mengucapkannya dengan suara yang 99% mirip dengan orang terdekatmu.
Ciri-Ciri Penipuan Copycat Suara AI
Agar tidak menjadi korban, perhatikan tanda-tanda mencurigakan berikut saat menerima telepon darurat:
- Skenario yang Sangat Mendalam & Panik: Pelaku selalu menggunakan skenario hidup-mati (kecelakaan, ditangkap aparat, atau utang piutang mendesak) untuk mematikan logika berpikirmu.
- Meminta Uang Segera Melalui Metode yang Tidak Lazim: Mereka akan memintamu mentransfer uang ke rekening asing (bukan rekening atas nama saudara/temanmu) atau via e-wallet instan dengan alasan “rekening mereka sedang diblokir”.
- Memaksa untuk Tidak Memutus Telepon: Pelaku akan melarangmu mematikan telepon atau menghubungi orang lain dengan dalih “waktunya mepet” atau “ancaman bahaya”.
Untuk itu, jika kamu menerima telepon dengan ciri-ciri di atas, jangan langsung gegabah dan segera matikan telepon.
Tetap Waspada Ketika Mendapatkan Kabar Tidak Baik
Jika ditarik kesimpulan, modus penipuan ini salah satunya adalah dengan cara mengelabui korbannya menggunakan suara orang terdekat yang berada dalam bahaya atau masalah.
Skenario bahaya dibuat sedemikian rupa sehingga terkesan seakan-akan itu memang benar terjadi. Maka, tetaplah waspada jika kamu mendapatkan kabar tidak baik mengenai orang terdekatmu. Telepon juga nomor asli keluarga tersebut untuk memastikan kebenarannya. Bila perlu, sediakan juga “password” atau kata-kata khusus untuk memastikan bahwa yang menelepon tersebut adalah anggota keluarga.
Baca Juga Artikel Lainnya:
