Kejahatan siber tidak lagi hanya mengandalkan peretasan sistem yang rumit. Saat ini, pelaku lebih sering menyerang “celah keamanan” terlemah, yaitu psikologi kamu. Inilah yang disebut dengan social engineering atau rekayasa sosial. Penipu memanipulasi emosi kamu—baik itu rasa takut, terburu-buru, maupun rasa senang—agar kamu secara sukarela menyerahkan data penting. Yuk, kenali modus-modus terbarunya agar kamu tetap

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.