Cara Merawat Barang Elektronik

Biar Tahan Lama, Lakukan 6 Cara Merawat Barang Elektronik di Rumah Ini!

No comments

Seiring perkembangan teknologi, kehidupan sehari-hari manusia kini semakin banyak dikelilingi oleh barang-barang elektronik. Berbagai pekerjaan rumah tangga yang dulu memerlukan tenaga manusia, kini sudah banyak tergantikan oleh benda bermesin tersebut.

Semua perusahaan penghasil elektronik berlomba-lomba untuk menciptakan inovasi baru. Namun sayangnya, tidak semua kualitas elektronik yang dihasilkan baik. Hal inilah yang membuat kita menjadi boros karena harus membeli ulang barang elektronik yang rusak.

Meski latar belakang brand dianggap turut memberi berpengaruh terhadap keawetan suatu produk, tetapi ada juga faktor lain yang berperan dalam menentukan keawetan perangkat elektronik yang digunakan, yakni diri kita sendiri sebagai penggunanya.

Terkadang, cara kita menggunakan, menyimpan dan merawatnya juga memiliki peranan penting dalam menentukan awet tidaknya barang elektronik. Bisa jadi, barang elektronik yang ada di rumah kamu cepat rusak akibat cara penyimpanan atau perawatan yang salah.

Bahkan barang mahal dengan merk ternama sekalipun, jika dirawat dengan cara yang salah juga tetap tidak akan awet. Apalagi, setiap barang elektronik sudah didesain memiliki kemampuan dengan batas tertentu. Jika dipaksa untuk terus bekerja, tentu saja akan mudah rusak.

Lalu, bagaimana cara merawat barang elektronik agar awet? Berikut sejumlah tips yang bisa kamu lakukan agar barang-barang elektronik di rumah bisa digunakan dalam waktu lebih lama.

1. Simpan di Tempat yang Tidak Terkena Sinar Matahari secara Langsung, Kering dan Rata

Biasanya, setiap kali membeli peralatan elektronik, akan selalu tertera beberapa keterangan cara menyimpan barang tersebut. Salah satunya tidak boleh terkena sinar matahari langsung.

Hal ini dikarenakan panas matahari yang terus menerus mengenai perangkat elektronik bisa membuat beberapa komponen di dalam produk lebih cepat usang. Selain itu, karena elektronik menghasilkan panas saat bekerja, lingkungan tempat penyimpanan juga harus memiliki sirkulasi udara yang baik. Elektronik harus ditempatkan di permukaan yang kering dan rata. Sebab, jika benda-benda ini berada di tempat yang lembab, apalagi jika perputaran udara di lingkungan sekitar buruk, bisa tumbuh jamur dan lebih cepat mengalami korosi.

Hal yang tidak kalah penting adalah menempatkannya di tempat yang tidak mudah diraih oleh anak-anak. Selain karena berisiko jatuh dan menimpa anak-anak, peralatan elektronik jugamemiliki aliran listrik sehingga anak-anak berisiko tersetrum bila memegangnya.

2. Menjaga Kestabilan Listrik di Rumah

Cara merawat barang elektronik selanjutnya adalah dengan menjaga kestabilan listrik. Satu hal yang kadang sering diabaikan ketika membeli peralatan elektronik adalah kestabilan arus listrik di rumah. Tentu saja ini sangat penting, mengingat peralatan elektronik sangat bergantung pada listrik.

Sebab, saat arus yang masuk ke perangkat elektronik tidak stabil, maka komponen yang ada di dalamnya akan menjadi lebih cepat rusak. Bahkan sebagus apapun kualitas alat elektroniknya, jika berhadapan dengan arus listrik yang tidak stabil tidak akan awet.

Selain itu, kamu juga harus memastikan posisi colokan kabel menyatu dengan stop kontak, tidak boleh longgar. Hal ini guna menghindari agar tidak tersetrum saat kabel dicabut atau dipasang.

3. Jangan Gunakan secara Terus Menerus

Sama seperti manusia, peralatan elektronik secanggih apapun juga tetap membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak. Komponen yang menyusun alat elektronik ini memerlukan waktu istirahat agar bisa kembali berfungsi dengan optimal.

Jika dipaksakan untuk bekerja secara terus menerus, perangkat elektronik bisa mengalami overheating alias kelebihan panas. Hal ini tentu berpotensi membuat komponen di dalamnya lebih cepat mengalami kerusakan.

Jadi, jika kamu sedang hobi menonton drama, usahakan agar laptop, komputer maupun televisi tidak dihidupkan secara terus menerus ya. Matikan selama beberapa jam agar komponen di dalamnya bisa beristirahat.

Begitu juga dengan ponsel. Meski di masa pandemi seperti sekarang ini ponsel menjadi alat yang lebih dibutuhkan, baik untuk mencari hiburan maupun bekerja dan sekolah, tetapi perangkat elektronik ini juga sesekali harus dimatikan.

Selain menjaga agar kinerja komponen di dalamnya tetap optimal, mematikan ponsel juga akan menjaga ketahanan baterai.

4. Rutin Membersihkan

Cara merawat barang elektronik yang tidak boleh dilewatkan juga adalah rutin membersihkannya. Kebanyakan orang rutin membersihkan peralatan elektronik hanya saat beberapa bulan usai membelinya saja. Kemudian setelah itu, membiarkannya begitu saja tanpa memperhatikan kebersihannya, hingga akhirnya rusak.

Padahal, jika secara rutin membersihkan peralatan elektronik, terutama pada bagian-bagian sensitif yang sangat berpengaruh terhadap kinerjanya akan membuat barang jadi lebih awet. Pastikan jika bagian-bagian tersebut bebas dari jamur, debu, maupun kotoran lain.

Pada beberapa alat elektronik canggih, biasanya sudah dibekali kemampuan untuk membersihkan bagian-bagian tertentu secara otomatis. Misalnya saja, mesin cuci yang bisa diatur untuk membersihkan tabungnya sendiri.

Jika merasa kesulitan untuk membersihkan barang-barang elektronik tertentu, misalnya air conditioner (AC), ada banyak jasa pembersih yang bisa disewa. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk malas membersihkan barang-barang elektronik jika ingin lebih awet.

5. Servis di Tempat Resmi atau Terpercaya

Sama seperti pembersihan, beberapa barang elektronik juga perlu dilakukan servis secara berkala untuk memastikan performanya tetap optimal. Tetapi, saat melakukan servis ini juga tidak boleh sembarangan.

Penyedia jasa servis barang elektronik ini sebenarnya sangat banyak ditemui di sekitar rumah. Bahkan, beberapa penyedia jasa servis bersedia untuk datang ke rumah. Ini tentu sangat memudahkan dibanding harus membawanya ke tempat servis.

Saat menentukan tempat untuk servis, kamu perlu berhati-hati. Jangan hanya tergiur dengan harga yang miring, tetapi juga harus memperhatikan kualitas yang ditawarkan oleh penyedia jasa servis.

Cari jasa yang memang sudah memiliki reputasi baik dan staf yang sudah profesional serta berpengalaman. Hal ini dikarenakan agar alat elektronik kamu bisa tetap bekerja dengan baik usai diservis.

Kamu bisa menggunakan jasa servis dari brand elektronik yang dibeli agar terjamin kualitasnya. Namun di sisi lain, harga yang ditawarkan pasti akan lebih tinggi jika dibandingkan jasa servis biasa.

6. Simpan Kartu Garansi

Sebagai barang buatan pabrik yang diproduksi dalam jumlah banyak, tidak menutup kemungkinan jika peralatan yang baru kita beli tiba-tiba rusak beberapa hari kemudian. Jika terjadi demikian, kartu garansi bisa menjadi solusi untuk mengurangi biaya perbaikan yang harus dikeluarkan.

Jika kerusakan diakibatkan kesalahan pabrik, keberadaan kartu garansi akan membuat biaya perbaikan menjadi gratis. Bahkan jika kerusakannya terlalu parah dan tidak bisa diperbaiki, ada kemungkinan akan diganti dengan barang yang baru selama masih dalam periode garansi.

Itulah mengapa menyimpan kartu garansi peralatan elektronik menjadi sangat penting. Jadi, jangan pernah membuang kartu garansi ya!

Nah itu tadi enam cara merawat barang elektronik secara yang bisa kamu lakukan di rumah. Meski beberapa terlihat sederhana, tetapi dampaknya cukup besar untuk menjaga keawetan barang.

Ketika perlatan elektronik di rumah bisa digunakan dalam jangka waktu lebih lama, tentu akan ada banyak keuntungan yang diperoleh. Pertama, kamu tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membeli peralatan elektronik baru.

Selain itu, ketika alat elektronik dirawat dengan baik, tentu kamu juga bisa menghemat uang untuk biaya servis. Apalagi jika barang elektronik dibeli dengan cara dicicil. Pasti rasanya sangat mengecewakan jika belum lunas tetapi harus mengeluarkan uang lebih lagi untuk memperbaiki alat elektronik yang rusak.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah, ketika peralatan elektronik bisa digunakan lebih lama, kamu juga ikut berperan menyelamatkan bumi. Sebab, komponen yang terpasang pada barang elektronik ini tidak bisa terurai bahkan mengandung logam berat yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

Baca Juga Artikel Lainnya:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.