Pahami Perbedaan HP Refurbished dan HP Rekondisi Sebelum Memutuskan untuk Membeli

No comments

Berbagai HP (Handphone) yang laris manis diincar konsumen tak hanya melulu barang gres saja. HP refurbished dan HP rekondisi pun banyak dilirik peminat lantaran dibanderol dengan harga yang lebih ekonomis.

Namun, amankah membeli HP Android ataupun iPhone yang refurbished dan rekondisi? Kemudian, apakah perbedaan dari keduanya?

Apa Itu HP Refurbished?

hp refurbished

HP refurbished secara harfiah berarti “HP yang telah diperbaharui”. Istilah ini mengacu kepada produk yang ditarik kembali oleh pabrik atau perusahaan akibat ditemukannya kerusakan minim.

Biasanya, HP refurbished juga meliputi produk yang dikembalikan konsumen karena terdapat kekurangan lalu diganti dengan menggunakan garansi. Selain itu, HP refurbished mencakup barang afkir yang ditampik atau dipisah karena dianggap memiliki kekurangan (rejected).

Smartphone memang dirancang oleh manusia, namun proses pembuatan serta perakitannya dilakukan oleh mesin. Jadi, secanggih apapun prosesnya, error atau kesalahan tertentu yang menghasilkan barang rejected bisa saja terjadi.

Adapun semua produk elektronik yang rilis di pasaran umumnya telah melewati rangkaian tes dan proses rumit untuk bisa berstatus “sempurna” atau “layak jual”. Namun, bahkan brand terbaik sekelas Apple, Samsung, Xiaomi dsb pun tak setiap waktu melahirkan produk sempurna tanpa cacat.

Ada sebagian kecil produknya yang harus ditarik kembali karena ketidaksempurnaan tertentu. Produk itulah yang lantas diperbaiki, diperbaharui dan didaur ulang untuk dijual kembali—jika memang segala sesuatunya masih kondusif—atau dihancurkan, bila memang sudah tak bisa diperbaiki.

HP Refurbished Diperbaiki Langsung oleh Pabrik Perusahaan Asalnya

HP refurbished merupakan produk yang telah diperbaiki langsung oleh pabrik asalnya dan bukan oleh pihak ketiga seperti distributor ataupun tukang reparasi. Sehingga kualitasnya pun masih aman dan terjamin.

Seluruh bahan komponen, aksesoris hingga proses perakitan saat perbaikan HP refurbished tentu tak sembarangan apalagi asal-asalan. Komponen dan aksesorisnya dipastikan tetap menggunakan yang asli.

Selain itu, semua proses perakitan tetap dilakukan sesuai standar dan melalui quality control, karena vendor HP tentunya ingin mempertahankan image produk serta merek perusahaan dengan sebaik mungkin.

Setelah lolos dari semua tes standar pabrik, quality control dan sebagainya, produk refurbished pun siap dijual kembali. Jika produk sudah terbukti prima tanpa kekurangan apapun baik fisik maupun sistem, perusahaan akan menjualnya kembali dengan label “Refurbished”.

Hal tersebut dilakukan oleh perusahaan Apple pada produk iPhone besutan mereka. Sebagai perbandingan lainnya adalah produk Samsung. Salah satu kasusnya yang sempat disorot ialah Galaxy Note 7 yang meledak.

Walaupun tak semuanya bermasalah, namun produk tersebut terpaksa ditarik peredarannya dari market. Unit-unit produk yang bermasalah tersebut lantas dirakit ulang. Komponen yang dianggap menjadi pemicu masalah kemudian diganti dan disempurnakan.

Belakangan, unit-unit tersebut dijual kembali dengan nama Samsung Galaxy Note Fan Edition (FE). Sehingga dengan kata lain, Samsung Galaxy Note Fan Edition (FE) ialah versi refurbished dari Galaxy Note 7 yang tadinya tak sempurna dan sempat bermasalah.

Perbandingan HP Refurbished dengan HP Rekondisi

HP refurbished diperbaharui dan diproduksi kembali berdasarkan standar pabrik oleh perusahaan pemilik brand.Kemudian, vendor menjualnya kembali dengan banderol harga lebih murah dibandingkan produk yang sama dalam keadaan terbaru.

Namun, di lingkungan pasar elektronik sendiri, masih banyak pihak yang kerap keliru merujuk HP refurbished seolah sama dengan HP rekondisi. Padahal, keduanya tentu berbeda.

Halaman carlcare.com menuturkan, HP rekondisi ialah produk bekas yang tidak diperbaiki oleh vendor resminya. HP rekondisi diperbaharui dan diperbaiki oleh pihak lain, seperti tukang reparasi atau distributor.

Dan itulah sebabnya jenis gadget ini lebih berisiko tinggi dalam mengalami kerusakan. Pasalnya, bisa jadi komponen yang terdapat pada HP sudah tak lagi asli.

Untuk Produk Refurbished dan Rekondisi, Bagaimana dengan Garansinya?

Karena diperbaiki langsung oleh pabrik yang bersangkutan, HP refurbished pun masih mengantongi garansi resmi dari vendor. Sedangkan HP rekondisi, tidak.

HP rekondisi biasanya merupakan produk bekas atau secondhand yang telah diperbaiki oleh tukang reparasi/ pihak distributor. Sehingga garansi yang ditawarkan pun tidak resmi dari brand perusahaan, melainkan hanya dari pihak reparasi atau distributor itu sendiri.

Adapun untuk jangka waktunya, garansi yang ditawarkan barang refurbished dan rekondisi pun tak akan sama. Apalagi jika hendak dibandingkan dengan barang elektronik yang fresh from oven alias betul-betul sangat baru.

HP refurbished biasanya memiliki garansi setahun. Menukil Voi.id, untuk barang rekondisi, umumnya juga masih dilengkapi dengan garansi. Kendati begitu, jangka waktu garansinya biasanya jauh lebih singkat bila dibandingkan dengan produk HP refurbished, yang rata-rata hanya sekitar sebulan saja.

Tips Membeli HP Refurbished

Jadi, apakah HP Refurbished cukup aman dan layak beli? Bagi konsumen yang penasaran dan mantap ingin membeli HP refurbished, perhatikanlah sejumlah tips berikut ini.

1. Pastikan HP Refurbished Dilengkapi Garansi Resmi

Periksa dan pastikan gawai refurbished incaranmu mempunyai garansi resmi dari vendor perusahaannya. Garansi itu akan diberikan langsung oleh produsen ataupun rekanan yang sudah bekerja sama dengan resmi.

2. Kenali Spesifikasi Produk dengan Rinci dan Saksama

Ketahui dan kenali spesifikasi produk secara mendetail. Baca setiap dokumen serta deskripsi produk dan pahami dengan saksama. Langkah ini wajib dilakukan, apalagi jika kamu berencana untuk membeli barang refurbished secara online.

Jangan lupa mengecek ulasan atau review dari pembeli lainnya. Dengan begitu, kamu pun mengetahui kualitas produk serta pelayanan toko yang bersangkutan.

3. Pastikan Membeli di Tempat Resmi yang Terpercaya

Agar tak menyesal setelah membeli, pastikan kamu membeli HP refurbished di tempat resmi serta terpercaya. Dengan begitu, semoga kualitas produk tetap terjaga dan sesuai harapan. Periksa juga segala kelengkapan dan keaslian aksesoris pelengkap pada produknya.

Karena pasalnya, sudah bukan rahasia lagi bahwa pasar HP refurbished rawan disusupi HP rekondisi yang dijual dengan harga yang sama. Sehingga alangkah baiknya jika konsumen lebih berhati-hati agar tidak tertipu.

Amankah untuk Membeli HP Rekondisi?

HP refurbished lebih menjanjikan karena diproduksi ulang, dimodifikasi dan dijual kembali oleh pabrik resmi. Harganya pun jadi lebih murah dan terjangkau namun dengan kualitas serta standar yang tetap tinggi sesuai prosedur perusahaan.

Jadi, kamu pun tak perlu mengkhawatirkan isu penurunan kualitas lantaran semua proses pembaharuannya sudah berdasarkan quality control perusahaan. Namun bagaimana dengan HP rekondisi? Apakah aman dan layak untuk dibeli?

HP rekondisi biasanya diperbaiki oleh pihak ketiga dengan prosedur yang berbeda dari produsen resmi/ aslinya. Alhasil, risiko kerusakannya pun bisa lebih tinggi dan harus ditanggung sendiri.

Tak ada jaminan bahwa barang rekondisi mempunyai kualitas yang sama tingkatannya dengan barang refurbished, apalagi dengan barang baru. Untuk itu, cermatilah sebelum membeli dan sadari risiko kerugiannya.

Karena bila ada kerusakan, kamu tak bisa mengirim barang untuk diperbaiki ke service center, melainkan hanya ke distributor, tukang reparasi atau pihak eksternal yang tak resmi saja.

Ketahui Perlindungan Hukum Bagi Konsumen

Di Indonesia sendiri, ada perlindungan hukum bagi konsumen yang berkenaan dengan barang refurbished dan juga produk rekondisi.

UUPK (Undang-Undang Perlindungan Konsumen) dan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 23 Tahun 2016 mengatur perlindungan hak konsumen yang telah membeli ponsel pintar, baik yang keadaannya refurbished ataupun rekondisi.

Menurut Pasal 7 UUPK, para pelaku usaha wajib memberikan informasi yang jelas, benar dan jujur terkait kondisi barang yang mereka pasarkan. Pelaku usaha bisa memberi keterangan tersebut pada box gawai yang hendak dijual.

Selain itu, informasi terkait kondisi produk yang diperjual belikan pun dapat disampaikan secara lisan kepada calon pembeli. Selanjutnya, pelaku usaha juga wajib menjamin kualitas barang yang dipasarkan berlandaskan ketentuan standar mutu yang berlaku.

Dengan demikian, hak-hak konsumen pun tidak dikesampingkan. Hal ini merupakan cerminan dari itikad baik pelaku usaha yang diatur di dalam Pasal 1338 ayat (3) KUH Perdata.

Adapun dalam Pasal 19 UUPK, terdapat peraturan terkait tanggung jawab pelaku usaha terhadap produk yang diperdagangkan dan atau diproduksi, dengan mengganti kerugian berupa pengembalian uang. Atau bisa juga dengan barang sejenis dengan nilai yang setara.

Penggantian kerugian dilakukan dengan pemberian perawatan atau perbaikan terhadap produk cacat yang bukan akibat dari kelalaian konsumen dalam jangka waktu tujuh hari yang terhitung setelah tanggal transaksi.

Atau bisa juga dalam jangka waktu yang sudah disepakati bersama oleh konsumen dan pelaku usaha.

HP Refurbished dan HP Rekondisi Bisa Menjadi Opsi Alternatif

Demikianlah ulasan mengenai serba-serbi HP refurbished dan HP rekondisi. Kedua jenis HP ini memang menimbulkan pro dan kontranya tersendiri. Dari sisi positifnya, keberadaan keduanya juga telah secara tak langsung membantu mengurangi limbah elektronik yang menyebabkan global warming dan pencemaran lingkungan.

Di lain pihak, Forbes menyebut salah satu kekurangan HP refurbished adalah keadaannya yang kerap disertai tanda-tanda keausan tertentu. Alhasil, barang elektronik refurbished akan lebih sulit diasuransikan ketimbang smartphone yang benar-benar masih baru.

Terlepas dari plus minusnya, HP refurbished adalah solusi untukmu yang ingin merasakan pengalaman memakai gawai mutakhir tanpa membuat kantong bolong.

Bagi konsumen yang tak punya budget cukup, HP refurbished dan HP rekondisi bisa menjadi sarana untuk mendapatkan gadget canggih dengan harga lebih murah tanpa dana yang terlampau tinggi.

Cek Promo Ramadan di Sini

Baca Juga Artikel Lainnya: