keamanan siber indodana finance

JAGA Diri Kamu dengan 5 Tips Keamanan Siber Paling Penting Berikut Ini!

No comments

Di tahun 2025 ini, hacker nggak lagi mencoba menebak password kamu dengan rumus rumit. Mereka pakai cara yang jauh lebih efektif untuk memanipulasi psikologismu. Misalnya dengan berpura-pura menjadi kenalan atau kerabat jauh yang butuh bantuan untuk menarik rasa simpati dan membuatmu terburu-buru memberikan data atau dana. Mengerikan, ya?

Berbagai media yang digunakan kejahatan siber pun semakin luas, lho. Kalau dulu hanya melalui email spam, sekarang ancaman bisa masuk langsung ke WhatsApp pribadi kamu dengan wajah yang super meyakinkan.

Untuk itu, memproteksi diri dari ancaman kejahatan siber penting banget diketahui. Yuk, simak penjelasan berikut ini.

Kenali Berbagai Ancaman Kejahatan Siber yang Mengintai

Supaya bisa melindungi diri, kamu harus tahu dulu siapa lawannya. Ini 3 ancaman terbesar dalam dunia digital, khususnya untuk pengguna fintech, saat ini:

1. Modus File .APK (Sniffing)

Ini ancaman nomor satu yang paling sering makan korban. Modus yang digunakan penipu adalah mereka akan mengirimkan sebuah file format APK lewat WhatsApp dengan nama samaran seperti “Undangan_Pernikahan.apk”, “Surat_Tilang.apk”, atau “Resi_JNE.apk”.

Nah, kalau kamu klik dan install file ini, malware bakal menyusup ke HP kamu. Pelaku pun bisa membaca SMS (untuk mencuri kode OTP), mengintip password m-banking, sampai menguasai layar HP kamu dari jarak jauh.

Agar tak terjebak, ingat selalu untuk menginstal aplikasi melalui Google Play atau Play Store dan pastikan dokumen yang kamu terima tidak berformat .apk.

2. Quishing (QR Code Phishing)

Hati-hati waktu kamu scan kode QR di tempat umum. Modus quishing ini caranya licik: pelaku nempelin stiker kode QR palsu di atas kode QR asli (misalnya di menu restoran atau poster promo). QR palsu ini bakal ngarahin kamu ke situs yang dirancang untuk mencuri data login atau install virus.

3. AI Voice Cloning & Deepfake

Teknologi AI sekarang makin mengerikan karena bisa meniru suara manusia cuma dari sampel rekaman beberapa detik. Jadi, waspadalah kalau ada teman atau keluarga yang nelpon minta transfer uang mendesak dengan suara yang “mirip” tapi intonasi ngomongnya agak kaku atau nggak wajar.

5 Tips Keamanan Siber

1. Jangan Klik Link Sembarangan

Ingat! Selalu berpikir sebelum bertindak! Karena tidak semua link atau tautan yang kamu terima harus diklik. Apalagi, kalau pengirimnya tidak jelas. Salah-salah, justru malah kamu yang dirugikan.

2. Aktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA)

Memang benar password yang rumit itu harus, tapi mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA) adalah level keamanan selanjutnya yang wajib kamu punya. Kenapa penting? Karena sistem ini meminta verifikasi dua kali untuk memastikan itu benar-benar kamu. 

Jadi, saat ada orang asing mencoba masuk ke akunmu (meskipun mereka tahu password-nya), mereka bakal mentok di pintu kedua karena tidak punya kode verifikasi di HP kamu. Akun aman, hati pun tenang.

3. Jangan Meninggalkan Jejak Digital

Jangan pernah menyimpan informasi pribadi seperti nomor kartu kredit di halaman pembayaran aplikasi atau website belanja online dan password atau hal-hal penting lainnya di handphone. Karena jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan (peretasan akun atau kehilangan handphone), data dan informasi pribadimu tetap terjaga keamanannya.

4. Transaksi Cuma Pakai Data Seluler

Hindari buka aplikasi finansial, seperti m-banking saat lagi nyambung ke WiFi publik gratis  saat di kafe atau bandara. Bayangkan jaringan WiFi publik itu seperti rumah kaca. Siapapun bisa melihat apa yang ada di dalamnya termasuk hacker

Nah, hacker yang berada di jaringan yang sama bisa melakukan serangan Man-in-the-Middle, alias “mengatup” di tengah-tengah koneksimu. Mereka bisa merekam data sensitif, username, hingga password yang kamu ketikkan seolah-olah mereka duduk tepat di sebelah kamu.

5. Waspadai Rekayasa Sosial

Ketika seorang peretas tidak dapat menemukan kerentanan pada sebuah sistem keamanan, mereka akan mencoba cara lain. Salah satunya, melalui rekayasa sosial.

Mereka akan memanipulasi perasaan kamu—seperti membuatmu panik dengan ucapan seperti “Rekening Anda mau diblokir!”, membuatmu takut, atau malah membuatmu senang karena dapat “hadiah” atau “bonus” yang ternyata bodong. Tentunya tujuannya hanya satu: membuatmu lengah dan sukarela menyerahkan data pribadi atau kode OTP tanpa sadar.

6. Tidak Ada Orang yang Kebal

Jangan tinggi hati dan merasa bahwa kamu sudah pintar sehingga tidak akan menjadi sasaran dari sebuah tindak kejahatan online. Karena oknum jahat tidak pernah membeda-bedakan korbannya. Oleh karena itu, tetaplah menjadi orang yang proaktif, bijak, dan selalu berJAGA-jaga.

Jangan Lengah dan Selalu JAGA Diri Kamu

Gimana? Apa kamu sudah menerapkan tips-tips keamanan siber di atas atau malah acuh dengan hal-hal penting tersebut? Ingat! Di zaman yang semakin canggih ini, kamu juga harus semakin canggih dan pintar dalam berJAGA-jaga.

Baca Juga Artikel Lainnya: