bisnis sembako

Mau Buka Toko Kelontong? Berikut Fakta Seputar Bisnis Sembako yang Perlu Diketahui

No comments

Pasokan sembako atau sembilan bahan pokok untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari memang selalu diperlukan. Setiap orang dari berbagai usia dan segala kalangan membutuhkan sembako dalam kesehariannya. Itulah sebabnya stok sembako senantiasa menjadi perhatian di tiap rumah.

Oleh karena itu, membuka toko kelontong dapat menjadi pilihan usaha di musim pandemi ini. Pasalnya, masyarakat masih sering berbelanja di warung yang lebih dekat dari rumah ketimbang mengunjungi swalayan atau toserba yang lebih besar. 

Ragam Sembako

Adapun sembako umumnya terdiri dari sejumlah kebutuhan utama. Seperti beras, gula pasir, margarin/ mentega dan minyak goreng, telur, gas Elpiji atau minyak tanah, sayur mayur dan buah, daging-dagingan seperti ayam-ikan dan sapi, serta susu. Selain itu, berbagai bumbu dapur seperti garam, vetsin, lada, kopi, teh celup, dan obat generik juga termasuk di dalamnya.

Tak hanya itu saja, peralatan mandi dan cuci mencuci, air minum botol, air isi ulang, beragam snack dan makanan ringan hingga rokok juga merupakan bagian dari kebutuhan pokok yang banyak dicari. Itulah sebabnya bisnis sembako terhitung menjanjikan keuntungan yang menggiurkan.

Persiapan Umum Memulai Bisnis Sembako

Bagi kamu yang tertarik untuk membuka usaha sembako, ada beberapa hal yang dapat menjadi panduan dan persiapan. 

1. Survei dan Perbandingan

Lakukan perbandingan harga dengan warung atau toko kelontong di sekitar lokasi kamu. Demikian juga dengan daftar bahan pokok merek apa saja yang hendak dipilih untuk disediakan. Barulah setelahnya kamu dapat membuat perhitungan dan tentukan harga jual yang tepat. 

Sebagai rancangan perhitungan, estimasi biaya mencakup etalase kaca, meja, rak besi, kalkulator, timbangan, hingga kantong plastik berbagai ukuran. Untuk memenuhi itu semua, kamu memerlukan sekitar Rp1 – 10 juta untuk memulai bisnis sembako dari rumah.

2. Memulai Secara Bertahap

Bagi kamu yang hendak memulai usaha dengan modal kecil, mulailah secara bertahap sehingga tak terlalu terbebani di awal. Tentukan kepentingan prioritas yang paling utama terlebih dahulu.

Di tahap awal yang masih percobaan, tak perlu menyimpan stok barang terlalu banyak. Simpan secukupnya sambil mempelajari arus transaksi jual beli yang akan terjadi. Cara ini akan membuat kamu terhindar dari kerugian materi karena barang rusak atau kadaluwarsa.

Sediakan produk yang memang paling sering dicari dan dibeli oleh banyak orang. Seiring dengan berjalannya waktu, kamu dapat menambah dan melengkapi varian produk yang ditawarkan. Semakin lengkap stok, semakin mudah para pembeli untuk memenuhi kebutuhannya. 

3. Tentukan Supplier dan Pemasok Barang

Guna mendapat stok yang berkualitas, jalinlah kerjasama dengan pemasok barang serta supplier yang terpercaya. 

Menjalin hubungan baik dengan supplier, distributor, atau pemasok barang tentunya dapat mendatangkan banyak manfaat bagi kelangsungan sebuah usaha. Salah satunya seperti potongan harga hingga kemudahan pengantaran barang stok sembako.

Dari mereka juga, kamu akan mendapatkan informasi terkait barang baru yang sedang promo. Kamu bisa jadi akan mendapat rekomendasi berbagai varian produk teranyar yang bermutu lebih tinggi, hingga yang dibanderol dengan harga yang lebih terjangkau.

4. Perhatikan Peletakan Produk Sembako

Dalam banyak hal, posisi dan tata letak memang akan sangat menentukan minat pembeli untuk melakukan transaksi. Maka pastikan produk-produk yang ditawarkan tampak jelas terlihat dan mudah pula untuk dijangkau.

Kamu juga dapat memberikan informasi tertulis terkait apa saja produk yang tersedia. Tak jarang pembeli canggung bertanya dan hanya melihat saja tanpa mengetahui apakah produk yang tengah dicarinya ada atau tidak. Sehingga informasi tertulis yang terpampang jelas dapat mempermudah dan melancarkan transaksi jual beli di toko kamu.

5. Selalu Menjaga Kebersihan Toko dan Produk

Calon pembeli akan senang membawa pulang tak hanya produk berkualitas harga ekonomis, tapi juga yang kebersihannya terjaga. Menjaga produk tetap bersih dan berkualitas merupakan bagian dari menjaga kepercayaan pembeli yang akan menjadi pelanggan kamu. Tempat berjualan yang bersih dan rapi pun dapat menciptakan kesan yang baik bagi pembeli. 

6. Berinovasi dengan Jualan Online

Sebagai salah satu tips, kamu dapat berinovasi dan memudahkan pelanggan untuk bertransaksi secara online. Jika memungkinkan, bukalah juga bisnis sembako online. Tawarkan cara transaksi via online dan kemudian antarkan barang yang dibeli ke rumah pelanggan. 

Cara ini umumnya efisien untuk diterapkan di toko kelontong yang mana pelanggan setianya terdiri dari para tetangga sekitar rumah. Semakin pemilik toko mempermudah transaksi penjualan, maka kemungkinan besar pelanggan akan semakin setia dan terus berbelanja di tempat kamu.

Membuka bisnis sembako online bisa menjadi nilai tambah guna mengungguli pesaing yang ada. Dengan senantiasa memberikan pelayanan yang paling baik, diharapkan bisnis pun dapat menghasilkan income besar dan berkepanjangan.

7. Promosikan ke Wilayah Sekitar

Hidup di negara dengan budaya tutur yang kuat membuat promosi dari mulut ke mulut berpengaruh besar. Sehingga kamu bisa menginformasikan sejumlah promo tertentu untuk mendongkrak penjualan.

Selain itu, toko kelontong yang menjadi tempat bersosialisasi juga dapat berpotensi untuk lebih ramai pengunjung. Bahkan trik ini dapat dijadikan pengembangan usaha yang lebih luas lagi untuk ke depannya. Salah satunya seperti dengan menyediakan camilan yang dapat disantap di tempat (pisang coklat, es buah, dsb).

Tentukan Siasat Dagang yang Tepat

Tak dapat dipungkiri bahwa berbisnis sembako sendiri memiliki sejumlah kelemahan. Di antaranya seperti nilai harga produk yang cenderung turun naik, keuntungan yang tak begitu besar, hingga persaingan yang ketat dengan warung/ toko terdekat. 

Oleh sebab itu, diperlukan perhitungan dalam pembukuan guna menjaga kesehatan finansial bisnis yang dijalani. Berfokuslah untuk pengembangan toko secara bertahap hingga akhirnya mencapai break event point.

Selain itu, penting bagi kamu untuk mengutamakan mendapat pelanggan terlebih dahulu, ketimbang harga jual yang tinggi. Taktik ini akan membuat kamu berkesempatan mendapat pelanggan setia dalam jangka panjang, daripada sekadar balik modal di awal namun akhirnya sepi pelanggan.

Demikianlah informasi dan fakta seputar persiapan dan operasional berbisnis sembako yang perlu diketahui. Selamat mencoba!

Baca juga Artikel Bisnis Lainnya: