Kejahatan siber tidak lagi hanya mengandalkan peretasan sistem yang rumit. Saat ini, pelaku lebih sering menyerang “celah keamanan” terlemah, yaitu psikologi kamu. Inilah yang disebut dengan social engineering atau rekayasa sosial. Penipu memanipulasi emosi kamu—baik itu rasa takut, terburu-buru, maupun rasa senang—agar kamu secara sukarela menyerahkan data penting. Yuk, kenali modus-modus terbarunya agar kamu tetap
Tag: Tips Keamanan
Pernah nggak, ada teman atau kenalan yang tiba-tiba minta tolong pinjam akun PayLater kamu? Alasan mereka bisa terdengar meyakinkan—mau beli sesuatu yang “penting”, saldo lagi tipis, atau cuma butuh sebentar saja dan janji akan langsung dibayar. Lalu, karena merasa nggak enak, akhirnya kamu kasih. Eits, jangan, ya! Hati-hati, meminjamkan akun PayLatermu ke orang lain bisa
Pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan modus penipuan yang satu ini. Ya, modus penipuan kirim file APK via WhatsApp. Bahkan, baru-baru ini modus penipuan “kirim file” berkembang. Jadi, bukan hanya file APK, ada juga file PDF yang akan makin mengecohmu dan masyarakat Indonesia lainnya. Nah, biar gak mudah terkecoh, yuk kenali lebih dalam modus
Bulan Ramadan adalah momen di mana aktivitas transaksi finansial masyarakat meningkat pesat. Dari belanja baju Lebaran, memesan tiket mudik, hingga pengiriman parsel atau hampers. Sayangnya, lonjakan transaksi ini juga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan berbagai modus penipuan. Bagi pengguna layanan keuangan seperti Indodana Finance, menjaga keamanan data pribadi adalah prioritas utama. Berikut
Kabar tentang kebocoran data (data breach) yang menimpa berbagai instansi dan perusahaan besar sering kali bikin was-was. Mulai dari nomor HP yang tiba-tiba banyak menerima SMS spam, hingga yang paling mengerikan: NIK KTP dipakai orang tak dikenal untuk mengajukan pinjaman online ilegal. Di era serba digital ini, data pribadi adalah aset yang sama berharganya dengan





Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.