cara menjaga data pribadi

Harus Waspada, Inilah Cara Menghindari Pencurian Data Pribadi

Belum ada komentar

Saat ini, rasanya hampir lebih merepotkan ketinggalan HP atau ponsel dibandingkan ketinggalan dompet, ya. Tahukah kamu, alasannya adalah karena hampir seluruh kegiatan kita bisa dilakukan melalui HP, mulai dari menghubungi orang lain, menyimpan dokumen, hingga bertransaksi. Oleh karena itu, tak heran hampir seluruh data penting kita tersimpan di HP.

Sayangnya, hal tersebut membawa dampak negatif berupa adanya risiko pencurian data yang semakin giat dilakukan oleh beberapa oknum. Data itu pun dapat disalahgunakan untuk berbagai hal, seperti phishing, pembajakan media sosial, hingga transaksi ilegal.

Sebagai pengguna, penting bagimu untuk selalu waspada dan mengenali cara menghindari pencurian data pribadimu.

1. Perkuat Kata Sandi di Berbagai Akun

Kata sandi atau PIN merupakan kunci utama untuk semua akunmu, seperti akun media sosial, email, chat pribadi seperti WhatsApp, hingga akun-akun finansial seperti Indodana Finance. Oleh karena itu, kamu wajib sekali untuk menjaga dan membuat PIN yang sulit ditebak.

Jangan gunakan PIN atau password dengan angka berurutan seperti 12345678 atau 87654321 dan jangan pula menggunakan kombinasi tanggal lahir karena ini sangat mudah ditebak. Biasakan untuk mengombinasikan kata sandi dengan huruf besar, huruf kecil, tanda baca, dan angka acak supaya semakin kuat.

Selain itu, manfaatkan two step verification pada email dan semua akun media sosial kamu. Sehingga, diperlukan kode OTP setiap kali melakukan aktivitas login dan keamanan akun akan lebih terjaga.

2. Hindari Oversharing di Media Sosial

Banyak orang yang memilih untuk membagi keluh kesahnya di akun media sosial. Alasannya pengguna yang curhat di media sosial akan lebih cepat mendapat tanggapan. Seperti view, like, atau comment. Hal ini memberikan efek psikologis kepada mereka karena merasa pendapatnya didengar.

Padahal, oversharing di akun media sosial merupakan kegiatan yang kurang baik karena bisa saja kamu melewati batas dan secara sadar ataupun tidak membagikan data pentingmu, seperti nomor NIK, foto KTP, hingga data pribadi lainnya.

Walaupun akunmu di-private, risiko adanya teman yang membocorkan data pribadimu akan selalu ada. Apalagi, caranya pun sudah mudah sekali hanya dengan screenshot post-an kamu dan membagikannya secara masif. Jadi, yuk, hindari oversharing di akun media sosialmu.

3. Jangan Klik Tautan Tidak Jelas

Penipu akan menggunakan 1001 cara untuk mencuri datamu, salah satunya adalah dengan mengirimkan tautan atau link tidak jelas dan mengecohmu untuk mengkliknya. Mereka pun akan menggunakan trik psikologis supaya kamu mengklik tautan tersebut tanpa sadar, lho, misalnya dengan berpura-pura mengirimkan foto, berpura-pura menjadi petugas resmi, hingga dengan iming-iming ada hadiah yang menanti.

Kalau kamu menemukan hal seperti itu, jangan pernah klik link tersebut! Link tersebut biasanya berisi malware yang saat diklik akan langsung menyusup perangkatmu dan mencuri semua data pribadimu, termasuk data perbankan. Hati-hati, ya!

4. Hindari Melakukan Transaksi Menggunakan Wifi Umum

Peretas tidak hanya bisa mengambil alih perangkat yang sedang digunakan melalui tautan. Mereka juga bisa mengakses gawai dan laptop kamu dengan mudah saat perangkat terhubung ke jaringan Wifi yang sama.

Oleh karena itu, hindarilah melakukan transaksi menggunakan Wifi bersama atau umum. Gunakanlah kuota/ Wifi pribadi ketika hendak melakukan transaksi.

5. Hindari Menyimpan Data Kartu Kredit di E-commerce

Biasanya banyak pengguna yang menyimpan data kartu kreditnya di akun e-commerce. Alasannya karena hanya ingin mempermudah aktivitas transaksinya di e-commerce. Tanpa disadari, hal tersebut juga menjadi kesempatan bagi pelaku kriminal untuk beraksi.

Sebab tidak hanya pengguna yang bisa mengakses informasi tersebut. Informasi tersebut juga bisa diakses oleh pihak e-commerce atau diretas pihak tidak bertanggung jawab. Demi menghindari tindak kriminalitas, ada baiknya jika kamu tidak menyimpan informasi kartu kredit di media manapun.

Selalu input data tersebut secara manual tepat ketika ingin melakukan transaksi saja. Dengan ini, kamu tidak membuka kesempatan bagi peretas dan penipu untuk menyalahgunakan data serta limit kartu kredit yang dimiliki.

6. Hapus Data sebelum Menjual Perangkat Pribadi

Salah satu hal penting yang sering terlewat saat menjual perangkat pribadi adalah memastikan seluruh data telah dihapus. Banyak orang menyimpan kata sandi, PIN akun, serta dokumen penting seperti foto KTP dan KK di ponsel, laptop, atau komputer agar mudah diakses. Jika perangkat tersebut sudah tidak digunakan, apalagi akan dijual, semua data harus dihapus agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Untuk memastikan keamanan, kamu bisa melakukan factory reset atau mengatur ulang perangkat ke pengaturan awal. Jika masih membutuhkan data tersebut, lakukan back-up terlebih dahulu ke tempat yang aman, misalnya ke hard disk pribadi.

Bijaklah dalam Saat Bertransaksi dan Menggunakan Perangkat

Dalam zaman yang modern ini, kamu memang harus berhati-hati terutama dalam membagikan informasi pribadi. Sebab kini pelaku tindak kriminalitas juga menyesuaikan diri dengan zaman. Jadi jangan sampai kamu keduluan hanya karena malas mengikuti perubahan.

Berpikirlah dua kali ketika hendak membagikan informasi pribadi, apalagi memutuskan untuk menyimpannya di akun media sosial dan e-commerce yang dimiliki. Jangan percaya penawaran tidak jelas dan bualan orang tidak dikenal. 

Batasi ruang lingkup kamu dalam bermedia sosial. Hanya pilih mereka yang benar-benar dikenal di dunia nyata, bukan orang asing yang baru ditemukan di media sosial. Karena tidak ada yang mengetahui niat sesungguhnya orang tersebut.

Baca Juga: