Jaket Hardshell vs Softshell, Ketahui Perbedaanya!

No comments

Indonesia merupakan negara yang kaya alam, termasuk pegunungan. Oleh karena itu, tidak sedikit masyarakat yang hobi mendaki gunung. Adapun, hobi satu ini bisa dibilang cukup ekstrim sehingga membutuhkan keahlian serta persiapan yang baik. Salah satunya membawa jaket hardshell maupun softshell yang cocok untuk mendaki gunung. Lantas, apa sih jaket hardshell vs softshell itu?

Bagi pecinta alam yang sudah bertahun-tahun bergelut dengan hobi mendaki, mungkin sudah familiar dengan jaket hardshell dan softshell. Akan tetapi, untuk yang baru memulai hobi ini mungkin membutuhkan lebih banyak informasi dan perbedaan tentang jaket hardshell vs softshell. 

Nah, untuk yang sedang menjajal hobi hiking atau baru mau mengenal dunia pendakian. Pas banget nih, pada artikel ini akan dibahas jenis serta perbedaan jaket hardshell vs softshell sehingga kamu bisa menemukan jaket yang cocok untuk ke gunung.

Perbedaan Jaket Hardshell vs Softshell

Saat mendengar namanya, pasti kalian sudah tahu bahwa jaket hardshell vs softshell punya perbedaan dan keunggulan tersendiri sehingga dijadikan pilihan para pendaki. Kedua jenis jaket ini memang sangat cocok untuk pendakian. Namun, kamu perlu memahami dari masing-masing jaket ini.

Jika dibayangkan, jaket hardshell berarti terbuat dari bahan yang lebih keras dan kaku. Sementara, jaket softshell terbuat dari bahan yang jauh lebih elastis sehingga meningkatkan fleksibilitas pendakian.

Meski demikian, hal itu merupakan gambaran awal yang disimpulkan. Kamu bisa mengetahui informasi lebih detail dari kedua jenis jaket ini. Berikut adalah informasi perbedaan jaket hardshell vs softshell.

1. Jaket Hardshell

jaket hardshell

Sesuai dengan namanya, jaket hardshell memiliki tekstur kain keras yang bersifat waterproof, windproof, serra breathable. Jaket ini berkembang sekitar tahun 1980 oleh sebuah industri garmen.

Seiring zaman, istilah jaket hardshell berubah makna. Tidak lagi pada semua jaket keras yang bersifat waterproof-breathable, tetapi lebih high end sehingga harga jualnya pun jauh lebih mahal. Adapun jaket hardshell biasanya dilengkapi resleting serta hoodie.

Jaket tersebut juga memiliki material yang lebih berkualitas dari jaket waterproof-breathable biasa. Tujuannya agar tidak hanya cocok untuk aktivitas mendaki, tetapi juga olahraga salju, seperti ski dan ice climbing.

2. Jaket Softshell

softshell

Jika hardshell terbuat dari kain yang keras, berbeda dengan softshell yang merupakan jenis jaket dengan tekstur kain lembut. Selain itu, jaket ini juga punya karakteristik fleksibel, tahan air, serta elastis sehingga memberi ruang gerak yang lebih mudah.

Jaket softshell baru muncul di tahun 1990. Meski punya sifat tahan air jaket softshell tidak bersifat waterproof, melainkan water resistant. Pasalnya, jaket ini hanya bisa menahan air pada intensitas ringan saja.

Kemudian, jaket softshell cenderung digunakan sebagai outer layer, tetapi bisa digunakan juga sebagai midlayer. Meski demikian, jaket ini bisa jadi alternatif untuk yang hobi mendaki gunung sehingga memiliki fleksibilitas gerak yang baik.

Itulah penjelasan seputar jaket hardshell vs softshell yang bisa dibedakan. Disimpulkan ada beberapa perbedaan dari jaket hardshell dan softshell, di antaranya adalah tekstur tebal tipis kain, ketahanan terhadap air, elastisitas, serta intensitas ruang bernafas bagi tubuh atau breathable juga berbeda.

Masing-masing perbedaan di atas tentu akan memberikan efek berbeda. Misalnya, kemudahan ruang gerak dari jaket softshell, perlindungan tubuh yang lebih baik pada hardshell, dan lainnya.

Setelah membahas perbedaan antara hardshell vs softshell. Rasanya kurang jika kita tidak mengulas keunggulan dari jaket hardshell vs softshell tersebut. Dengan begitu, bagi pendaki pemula akan mendapat lebih banyak informasi seputar kedua jaket ini.

Kelebihan dari Jaket Hardshell

Seperti sudah dijelaskan terkait karakteristik jaket hardshell. Bahkan, hingga perbedaan antara hardshell vs softshell. Kamu tentu juga penasaran kan akan keunggulan atau kelebihan dari jaket hardshell yang sudah lebih dulu muncul itu.

Pasalnya, jaket ini tidak sama dengan jaket waterproof-breathable biasa. Bahkan, jaket ini sudah didesain lebih high end sehingga terlihat cukup catchy serta kekinian saat digunakan. Berikut adalah kelebihan dari jaket hardshell yang perlu diketahui.

  1. Memiliki tekstur permukaan keras sehingga melindungi tubuh dengan aman. Baik dari serangan hewan buas, ranting, serta kecelakaan saat pendakian.
  2. Memiliki tingkat ketahanan air yang bagus atau waterproof.
  3. Cukup breathable sehingga memberi ruang nafas yang baik pada tubuh.
  4. Sangat windproof sehingga aman untuk melindungi tubuh dari kencangnya angin dalam pendakian.
  5. Cocok digunakan sebagai outlayer.
  6. Bisa untuk jaket olahraga salju, seperti ski.
  7. Cocok untuk segala cuaca.
  8. Memberi kehangatan pada tubuh.

Itulah beberapa keunggulan atau kelebihan dari jaket hardshell. Bagi yang ingin menjajal pendakian atau bahkan punya hobi mendaki. Jaket ini bisa dijadikan rekomendasi karena memberikan keamanan yang baik untuk tubuh selama pendakian.

Kelebihan Jaket Softshell

Agar informasi tentang hardshell vs softshell lebih lengkap. Kamu juga perlu mengetahui kelebihan dari jaket softshell. Pasalnya, meski bertekstur lebih lembut, jaket ini pun bisa jadi pilihan menemani pendakian, lho! Terlebih jika mendaki gunung di malam hari. Sebab, jaket ini bersifat jauh lebih breathable dari jaket Hardshell.

Penasaran kah dengan kelebihan jaket softshell? Yuk, simak kelebihan atau keunggulan jaket softshell yang bisa jadi alternatif jaket untuk mendaki gunung.

  1. Tekstur kainnya lebih lembut sehingga lebih nyaman digunakan.
  2. Mampu menahan air dalam intensitas ringan atau water resistant.
  3. Cocok digunakan sebagai outlayer maupun midlayer.
  4. Memiliki kain yang jauh lebih elastis sehingga memberikan kebebasan ruang gerak.
  5. Bersifat windproof sehingga cocok menemani pendakian yang berangin.
  6. Memiliki karakteristik breathable yang jauh lebih baik dari hardshell.
  7. Bisa digunakan pada musim kering dan dingin.

Kemudian, itulah kelebihan dari jaket softshell yang dapat diketahui pada artikel ini. Untuk yang baru ingin memulai mendaki, tidak ada salahnya kok memilih jaket satu ini. Kamu bisa tetap mendapat manfaat kehangatan namun memiliki ruang gerak yang lebih fleksibel.

Jaket Hardshell vs Softshell, Mana Pilihanmu?

hardshell vs softshell

Demikian informasi seputar jaket hardshell vs softshell yang bisa diketahui. Mulai dari, penjelasan, perbedaan, serta masing-masing kelebihan dari kedua jenis jaket tersebut. Dengan begitu, kamu bisa memahami tentang kedua jaket ini dengan lebih jelas. Adapun, meski sama-sama bisa digunakan untuk mendaki gunung, tetapi jaket hardshell dan softshell punya karakteristik berbeda. 

Kamu bisa menyesuaikan kebutuhan dengan karakteristik tersebut. Contohnya, jika hendak mendaki gunung dengan tracking berbahaya dan cuaca yang lebih dingin. Jaket hardshell mungkin jadi pilihan yang lebih cocok. Sementara, untuk memulai belajar pendakian di gunung yang umum didaki dengan tracking tidak terlalu sulit. Rasanya, jaket softshell pun sudah sangat cukup menemani perjalanan.

Jadi, mana pilihanmu untuk menemani pendakian antara jaket hardshell atau softshell? Bila sudah memilih, gunakan juga promo dari Indodana untuk membeli jaket atau kebutuhan untuk hobi lainnya!

Ajukan Indodana PayLater Sekarang!

Baca Juga Artikel Lainnya: