call center palsu mengintai

Waspada Penipuan Call Center – Jangan Diangkat!

Belum ada komentar

Seperti air mancur, modus penipuan baru terus bermunculan. Kali ini, modus penipuan yang muncul adalah penipuan berkedok call center.

Penipuan ini merupakan salah satu bentuk dari social engineering. Social engineering sendiri merupakan penipuan yang dilakukan dengan cara memanipulasi psikologis seseorang untuk bisa memberikan informasi penting dan rahasia dari pemiliknya. Kali ini, bentuk social engineering yang dilakukan oleh penipu adalah dengan menggunakan mesin yang serupa dengan operator call center.

Nah, kamu bisa membaca informasi mengenai social engineering di artikel ini.

Lalu, bagaimana modus penipuan berkedok call center tersebut? Simak penjelasan berikut.

Modus Penipuan Berkedok Call Center

1. Mengatakan bahwa Rekening Perbankan telah Diretas

Penipu yang menelepon sering mengatakan bahwa rekening atau akun milikmu telah diretas. Oknum yang meneleponmu itu kemudian akan memberikan solusi berupa bantuan pemblokiran akun. Caranya adalah dengan memintamu untuk menekan nomor ekstensi tertentu menggunakan mesin call center untuk berbicara pada customer service

Adapun berbagai ancaman disebutkan oleh mesin call center jika korban tidak mengikuti arahan dari mesin call center tersebut. Misalnya, memberitahu bahwa saldo di rekening akan hilang atau akun yang kamu miliki diblokir. Jika sudah mengikuti arahan mesin call center tersebut, korban akan berbicara dengan orang yang mengaku sebagai customer service untuk meminta data pribadi.

2. Memberi Tahu Adanya Tagihan yang Menunggak atau Belum Dibayar

Modus lainnya yang biasanya digunakan adalah memberi tahu adanya tagihan yang belum dibayar atau sudah menunggak. Korban akan ditelepon oleh mesin call center dan mendapatkan informasi bahwa ada tagihan yang gantung. Terkadang, nominal tunggakan pun disebutkan oleh mesin call center tersebut sehingga korban pun menjadi makin panik.

Sama halnya dengan poin sebelumnya, mesin call center akan mengarahkan korban untuk memberikan data pribadinya. Jika arahan tersebut tidak dilakukan, berbagai ancaman, seperti saldo terkuras atau akun terblokir, pun akan diberikan hingga korban pun mengikuti arahan dari call center tersebut.

3. Menawarkan Kenaikkan Limit atau Pencairan Limit PayLater

Salah satu modus yang sering digunakan penipu adalah menawarkan bantuan untuk menaikkan atau mencairkan limit transaksi PayLater. Pelaku biasanya mengaku sebagai perwakilan resmi dari layanan PayLater dan menyampaikan bahwa kamu berhak mendapatkan kenaikan limit atau pencairan dana tunai dari limit tersebut. Untuk memprosesnya, mereka akan meminta data pribadi seperti KTP, nomor rekening, atau informasi akun PayLater.

Nah, perlu diingat selalu kalau kenaikan limit PayLater umumnya dilakukan otomatis oleh sistem resmi penyedia layanan berdasarkan riwayat penggunaan, dan tidak pernah melalui call center atau perantara. Sedangkan, limit PayLater tidak dapat dicairkan dalam bentuk uang tunai—fitur ini hanya bisa digunakan untuk pembelian barang atau jasa di merchant yang bekerja sama.

Jadi, jika kamu menerima penawaran kenaikan limit atau pencairan dana dengan nada mendesak atau memberi ancaman halus seperti “kesempatan terbatas”, itu hampir bisa dipastikan penipuan.

Tips Aman dari Modus Penipuan Berkedok Call Center

Berikut tips agar kamu aman dari modus penipuan berkedok call center ini.

  • Jangan berikan data pribadi, seperti, password, PIN, OTP, CVV, dan sebagainya kepada pihak mana pun, termasuk pihak dari bank/institusi tersebut.
  • Jika menerima telepon dari nomor yang mirip dengan call center dari suatu institusi, langsung laporkan pada pihak terkait atau berwenang.
  • Lakukan pengecekan tagihan yang kamu miliki secara berkala.
  • Hanya lakukan pembayaran melalui metode pembayaran resmi institusi terkait.

Disclaimer: Customer service Indodana tidak pernah melakukan panggilan keluar. Indodana juga tidak pernah meminta informasi data pribadi kamu melalui customer service.

Berhati-hatilah atas Modus Penipuan Berkedok Call Center

Jika kamu mendapatkan telepon dari nomor yang mirip call center, jangan diangkat. Kemungkinan besar telepon tersebut datang dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. 

JAGA-lah dirimu dengan tidak menyebarkan data pribadi, meskipun dalam keadaan genting.

Baca juga Artikel Lainnya: